Varia Niaga Dan BPR Samarinda Jadi Sorotan DPRD Dalam Evaluasi LKPj 2025
Garda.co.id, SAMARINDA – Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Samarinda kembali menjadi sorotan DPRD dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025. Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai masih jauh dari harapan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah perusahaan daerah Varia Niaga.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai perusahaan tersebut belum mampu memaksimalkan potensi bisnis meski mengelola aset strategis seperti Teras Samarinda dan sektor pergudangan.
Menurutnya, terlalu banyak bidang usaha yang dijalankan justru membuat perusahaan kehilangan fokus dalam mengembangkan sektor yang paling berpotensi menghasilkan keuntungan bagi daerah.
“Karena menangani banyak lini sekaligus, fokus terhadap profit belum terlihat optimal. Dalam waktu dekat akan kami panggil kembali untuk evaluasi lanjutan,” sebutnya
Pemanggilan itu dilakukan untuk mengevaluasi arah bisnis perusahaan serta menetapkan target yang lebih jelas dan terukur. Iswandi mengungkapkan pihaknya juga akan menelaah kerja sama dengan pihak ketiga, terutama terkait transparansi dan pembagian hasil.
“Kami ingin memastikan semua sektor yang dikelola jelas arahnya, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga harus transparan dan terukur,” ujarnya.
Selain Varia Niaga, DPRD juga menyoroti kondisi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kota Samarinda yang belum menyetor dividen kepada pemerintah daerah selama tiga tahun terakhir.
Iswandi menjelaskan kondisi itu dipengaruhi proses penyelesaian kredit bermasalah yang belum terselesaikan dari manajemen sebelumnya.
“BPR masih fokus menyelesaikan kredit macet lama, sehingga dalam beberapa tahun terakhir belum bisa menyetorkan dividen,” imbuhnya.
Kendati demikian, Iswandi menilai dibawah kepemimpinan saat ini tengah melalukan perbaikan dalam tata kelola perusahaan. Penanganan kredit permasalahan juga telah memperlihatkan perkembangan positif.
“Perkembangannya cukup baik, kredit bermasalah mulai terselesaikan dan kondisi manajemen lebih sehat. Kami optimistis ke depan BPR bisa kembali memberi kontribusi terhadap PAD,” tutupnya. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)






