Ragam

Pasar Pagi Tampak Megah, Pedagang Justru Menanti Pembeli Datang

Garda.co.id, SAMARINDA – Wajah baru Pasar Pagi Samarinda kini tampil megah, modern, dan lebih tertata setelah direvitalisasi Pemerintah Kota Samarinda. Bangunan yang diharapkan menjadi ikon baru perdagangan itu memang terlihat lebih representatif. Namun, di balik kemegahan tersebut, denyut transaksi justru belum kembali hidup.

Sejumlah pedagang mengaku masih kesulitan mendapatkan pembeli. Tak sedikit yang mengatakan pendapatan mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang harus menunggu berhari-hari tanpa satu pun transaksi.

Salah seorang pedagang, Hariati, mengatakan dirinya mulai menempati kios baru setelah menerima kunci pada awal Maret 2026. Ia kemudian resmi membuka usahanya pada 4 Maret, bertepatan dengan bulan Ramadan.

Meski telah beberapa bulan berjualan di lokasi baru, kondisi yang dihadapi belum sesuai harapan. Menurutnya, situasi kini justru lebih berat dibandingkan saat pertama kali menempati kios.

“Kalau sekarang kondisinya sangat sepi. Kadang sampai siang belum ada pembeli sama sekali. Jualan yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari,” ujarnya.

Hariati menuturkan, penjualan sempat mengalami peningkatan selama Ramadan hingga Lebaran. Namun, hasil yang diperoleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian dan belum bisa disisihkan sebagai tabungan.

Setiap hari ia membuka kios mulai pukul 07.30 hingga 17.00 Wita. Dalam sehari, barang yang terjual rata-rata hanya satu hingga dua pasang sandal. Bahkan pada hari yang dianggap ramai, penjualannya paling banyak hanya mencapai tiga pasang.

“Omzetnya tidak menentu. Kadang satu pasang, kadang dua pasang saja yang laku dalam sehari,” katanya.

Menurut Hariati, pedagang yang berada di bagian depan pasar masih memiliki peluang mendapatkan pembeli, meski jumlahnya terbatas. Berbeda dengan pedagang yang menempati kios di bagian tengah hingga belakang, yang menurutnya lebih sering sepi pengunjung.

BACA JUGA :  Antisipasi Bencana Karhutla, BPBD Kaltim Bakal Rekayasa Hujan Buatan

“Banyak teman saya di blok belakang sampai tujuh hari tidak ada pembeli sama sekali. Kalau di depan masih ada satu atau dua transaksi setiap hari,” ungkapnya.

Ia menduga lesunya aktivitas perdagangan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi masyarakat hingga desain bangunan pasar. Salah satu yang menjadi sorotannya adalah akses menuju area dalam pasar yang dinilai kurang nyaman.

“Mungkin tangganya terlalu tinggi, sehingga orang hanya belanja di kios bagian depan. Yang di tengah dan belakang akhirnya jarang didatangi pembeli,” tuturnya.

Keluhan senada disampaikan pedagang lainnya, Asma. Saat ditemui, ia mengaku belum memperoleh satu pun pembeli hingga siang hari.

“Hari ini belum ada pendapatan sama sekali karena belum ada yang membeli,” katanya.

Asma menilai suasana Pasar Pagi saat ini sangat berbeda dibandingkan sebelum direvitalisasi. Menurutnya, pasar lama selalu dipadati masyarakat dari berbagai kalangan yang datang untuk berbelanja, sehingga aktivitas perdagangan jauh lebih hidup.

“Dulu Pasar Pagi benar-benar ramai. Semua orang datang belanja. Sekarang kondisinya jauh lebih sepi,” ujarnya.

Ia mengaku hasil penjualan saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya operasional berdagang. Meski demikian, ia tetap bersyukur apabila masih ada pembeli yang datang.

“Kami hanya berusaha mencukup-cukupkan saja. Yang penting masih ada yang membeli, walaupun sedikit,” ucapnya.

Para pedagang pun berharap pemerintah tidak hanya membangun fisik pasar, tetapi juga menghadirkan solusi agar aktivitas perdagangan kembali bergairah. Menurut mereka, berbagai keluhan yang telah disampaikan perlu segera ditindaklanjuti sehingga Pasar Pagi benar-benar kembali menjadi pusat ekonomi yang ramai seperti dulu.

“Harapan kami pemerintah bisa memberikan solusi supaya pembeli kembali ramai dan pedagang bisa berjualan dengan lebih baik,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Pemkot Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan Berbasis QRIS, Permudah Pembayaran dan Dongkrak PAD
Back to top button