DPRD Samarinda

Fasilitas Olahraga Belum Dikelola Dengan Maksimal, DPRD Samarinda Dorong Jadi Sumber PAD

Garda.co.id, SAMARINDA – Fasilitas olahraga milik Pemerintah Kota belum dimamfaatkan dengan optimal. Komisi IV DPRD Samarinda mendorong untuk Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) untuk memaksimalkan fasilitas yang ada menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, Seiring memmanfaatkan fasilitas jadi PAD, Para Legislator meminta untuk tidak mengesampingkan pembinaan atlet daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyampaikan evaluasi terhadap Disporapar telah dilakukan, pembahasan fokus pada capaian sektor olahraga sepanjang semester pertama 2026.

Hasil dari evaluasi tersebut, memberikan target PAD dari ruang lingkup Disporapar atas pemanfaatan fasilitas olahraga di tahun 2026 sebesar Rp 1,6 Miliar. Hingga di penghujung semester pertama realisasi pendapatan sudah mencapai sekitar 50 persen atau sebesar Rp 757 Juta.

“Kalau melihat capaian sementara, kami masih optimistis target tersebut bisa dicapai sampai akhir tahun,” sebutnya.

Novan menilai, aset Pemerintah Kota memiliki potensi besar jika dikelola dengan maksimal. Selain bisa digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan, pengelolaan aset juga miliki dampak pada perekonomian.

Lanjut Novan, penyelenggaraan event olahraga akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Mulai dari kehadiran peserta dan pengunjung dari luar daerah dapat meningkatkan pendapatan di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro di sekitar lokasi kegiatan.

“Semakin banyak kegiatan olahraga yang digelar, semakin besar pula dampaknya terhadap perputaran ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan hal itu, para legislator Kota Tepian ini mendorong Disporapar untuk bermitra dengan pihak ketiga yang memiliki kemampuan mengelola fasilitas olahraga secara profesional. Kerjasama ini dinilai dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah.

Kendati demikian, Novan mengingatkan berbagai tantangan yang akan dihadapi khususnya dalam pengeloaan fasilitas olahraga.

BACA JUGA :  Anhar Tolak Wacana Samarinda Seberang Menjadi Daerah Otonom Baru

Kondisi fasilitas yang kurang terawat, lanjut Novan, dapat mengurangi antusias masyarakat dalam menggunakan fasilitas khususnya menyelenggarakan berbagai kegiatan.

“Perawatan harus menjadi perhatian. Kalau fasilitasnya nyaman dan terjaga, tentu akan lebih banyak pihak yang tertarik memanfaatkannya,” tuturnya.

Dilain sisi, Komisi IV juga memberikan catatan terkait pentingnya menjaga keberlangsungan program pembinaan atlet.

Meski dalam keterbatasan anggaran, Novan meminta untuk tidak menghambat upaya peningkatan prestasi olahraga Kota Samarinda. Tak hanya itu, Novan juga menekankan perlunya pengembangan fasilitas olahraga dan pembinaan atlet berjalan beriringan.

Menurutnya, venue yang berkualitas akan mendukung proses latihan, sementara prestasi atlet dapat menjadi nilai tambah yang ikut mengangkat citra daerah sekaligus mendorong pemanfaatan fasilitas olahraga secara lebih optimal.

“Target pendapatan memang penting, tetapi pembinaan atlet juga tidak boleh dikesampingkan. Keduanya harus saling mendukung agar sektor olahraga memberi manfaat lebih besar bagi daerah maupun masyarakat,” tandasnya. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)

Back to top button