Ragam

Rudy Mas’ud Dorong Generasi Muda Kaltim Tak Sekadar Gemar Membaca, Tapi Berani Berkarya

Garda.co.id, SAMARINDA – Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan literasi masyarakat tidak lagi cukup diukur dari seberapa banyak buku atau tulisan yang dibaca. Lebih dari itu, masyarakat dituntut mampu memahami informasi, membaca perubahan zaman, hingga mengubah pengetahuan menjadi karya nyata.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat menghadiri Festival Literasi sekaligus pencanangan Gerakan Literasi Kalimantan Timur (GLK) 2026 di Aula Tower Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Minggu (30/8/2026).

Rudy menilai perubahan lingkungan informasi saat ini membuat kemampuan memahami berbagai perkembangan menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi. Terlebih, generasi muda menjadi kelompok yang paling dekat dengan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

“Di era digital, tantangannya bukan sekadar menjadikan masyarakat gemar membaca. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat mampu memahami apa yang sedang terjadi,” ujar Rudy.

Ia menyebut, kondisi literasi di Kaltim menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Berdasarkan hasil kajian nasional 2025 yang disampaikan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan dipublikasikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada Mei 2026, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kaltim tercatat 44,11.

Capaian tersebut menempatkan Kaltim di posisi ketujuh dari 38 provinsi di Indonesia. Sementara Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Kaltim tercatat 57,86.

Menurut Rudy, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk terus memperluas budaya literasi di Benua Etam. Ia terutama mendorong generasi muda agar tidak berhenti belajar dan terus memperkaya pengetahuan.

“Jangan pernah berhenti belajar. Ilmu itu harus terus kita tuntut sampai akhir hayat. Harapan kita, anak-anak Kaltim mampu menghasilkan karya yang luar biasa,” katanya.

Bagi Rudy, literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan memahami informasi. Pengetahuan yang dimiliki juga harus mampu mendorong keberanian untuk melahirkan ide, gagasan, inovasi, hingga terobosan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Ustadz Abdillah Syafei Hadiahi UAS Kopiah Khas Kalimantan

Ia pun mengibaratkan proses belajar dan berkarya seperti penyu yang bertelur di tempat sunyi tanpa banyak diketahui orang, tetapi mampu menghasilkan keturunan dalam jumlah besar.

“Belajarlah dan berkaryalah seperti penyu. Ia bertelur di tempat yang sunyi dan gelap, tetapi hasilnya bisa sangat banyak,” tuturnya.

Rudy menegaskan, karya tidak harus selalu hadir dalam bentuk sesuatu yang besar. Ide sederhana, gagasan baru, inovasi maupun terobosan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar juga merupakan bentuk kontribusi generasi muda.

Karena itu, ia meminta anak-anak Kaltim tidak takut bermimpi dan berani mencoba menciptakan sesuatu yang baru.

“Teruslah berkarya. Buat ide, gagasan dan terobosan yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rudy menilai kemajuan seseorang maupun suatu daerah tidak terlepas dari kemampuan melahirkan gagasan baru. Untuk itu, generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus keberanian mengubah ide menjadi karya nyata.

Menutup pesannya, Rudy mengutip ungkapan Presiden pertama RI Soekarno yang menggambarkan pentingnya memiliki cita-cita tinggi dan keberanian untuk mengejarnya.

“Gantungkan cita-cita setinggi langit. Kalaupun tidak sampai ke langit ketujuh, setidaknya kita akan jatuh di antara bintang-bintang,” tukasnya.

Back to top button