Mahakam Surut, Pasokan Sembako ke Long Pahangai dan Long Apari Jadi Perhatian Serius
Garda.co.id, SAMARINDA – Surutnya Sungai Mahakam mulai mengancam kelancaran pasokan bahan pangan ke wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Kondisi ini memicu kekhawatiran terganggunya distribusi kebutuhan pokok ke Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, yang berada di kawasan perbatasan Kaltim.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pun mulai menyiapkan langkah antisipasi, menyusul potensi kesulitan masyarakat mendapatkan beras, gula, minyak goreng hingga LPG 3 kilogram jika kondisi sungai terus menyusut.
“Terpenting bagaimana sembako bisa sampai ke sana. Jangan sampai ada masyarakat Kalimantan Timur mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan. Ini harus menjadi perhatian serius kita,” tekan Rudy beberapa waktu lalu.
Dalam penyampaiannya Rudy meminta langkah cepat dalam menentukan jalur distribusi yang paling efektif menuju kedua daerah tersebut. Berbagai langkah mulai dipikirkan mulai menggunakan trasportasi darat maupun sungai.
Pemilihan moda transportasi akan disesuaikan dengan kondisi medan dan ketinggian air sungai. Pengiriman menggunakan helikopter tidak menjadi pilihan utama karena kapasitas angkutnya terbatas dan biaya operasionalnya sangat tinggi.
Selama ini, ketika kondisi sungai surut kebutuhan pokok dikirim terlebih dahulu ke Ujoh Bilang. Kemudian dari daerah tersebut bahan pokok dikirim terlebih dahulu distribusikan ke daerah Long Pahangai dan Long Apari menggunakan kapal kapal kecil.
Namun, kali ini kondisi sungai tidak seperti biasanya, debit air yang terlalu surut membuat pemerinfah memikirkan skema yang berbeda.
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Pemprov Kaltim memperkuat koordinasi dengan Pemkab Mahulu, Bulog, Pertamina, Disperindagkop UKM, serta Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Demi menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah tengah berencana menggelar pasar murah guna memastikan kebutuhan pokok masih tersedia.
Selain itu, subsidi ongkos angkut turut disiapkan. Disperindagkop UKM memiliki anggaran sekitar Rp50 juta, sedangkan Dinas Pangan menyiapkan sekitar Rp57 juta untuk membantu distribusi pangan ke wilayah yang sulit dijangkau.
Rapat koordinasi lintas instansi intens dilakukan guna menentukan langkah penanganan mengingat musim kemarau akan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang.
Rudy turut meminta Pertamina memastikan pasokan LPG 3 kilogram tetap tersedia hingga Mahakam Ulu, termasuk di tingkat pangkalan. “Jangan sampai kita keteteran kalau sudah kejadian,” sambungnya.
Distribusi pangan harus ditangani secepat mungkin jangan sampai kondisi darurat terjadi baru dilakukan penanganan. Pemerintah, kata Rudy, harus menyiapkan sistem antisipasi dengan baik guna kejadian serupa tidak terus berulang saat musim kemarau panjang tiba.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah membangun gudang penyimpanan sembako di lokasi strategis di Mahakam Ulu.
Gudang tersebut dimanfaatkan untuk menyiapkan stok bahan pangan lebih awal sehingga masyarakat punya cadangan saat terjadi kendala dalam distribusi.
“Kalau perlu kita bangun gudang sembako untuk mengantisipasi kondisi seperti ini. Jangan menunggu sampai terjadi baru kita bergerak,” tuturnya.
Jalur darat pun menjadi perhitungan orang nomor satu Kaltim tersebut. Rudy meminta Dinas PUPR untuk mengecek kondisi jalan menuju Long Pahangai. Jika jalur darat dapat digunakan maka distribusi bahan pokok dapat dilakukan.
Diakhir, Rudy pun menyatakan kesiapannya dalam meninjau kondisi masyarakat melalui jalur darat secara langsung sekalian melihat kawasan perbatasan Kaltim dengan Putussibau, Kalimantan Barat.






