Ragam

Pawai Kemerdaakan Bakal Semarak, Dispar Kaltim Usung Konsep Mahakam Mask Carnival

Garda.co.id, SAMARINDA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) direncakan akan menggelar Mahakam Mask Carnival pada Minggu (30/08/2926) mendatang. Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan HUT RI ke-81 Tahun yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal menjelaskan kegiatan ini terbuka secara umum atas inisiatif pihaknya bersama beberapa komunitas pariwisata.

“Pawai ini kita laksanakan insyaallah pada 30 Agustus. Mulai pukul 07.00 pagi. Jadi masyarakat silakan ikut dan meramaikan,” sambungnya.

Faisal membeberkan kegiatan kali ini bukan mengambil alih agenda tahunan Pemerintah Kota Samarinda namun meneruskan tradisi tahunan.

Menurutnya, kegiatan ini memanfaatkan momentum setelah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pawai karnaval setelah rangkaian peringatan 17 Agustus menjadi salah satu yang paling ditunggu masyarakat Samarinda.

“Setelah momentum 17 Agustus memang sudah ada tradisi pawai. Kami melihat sayang kalau momentum itu tidak ada, sehingga kami mengambil bagian untuk menghidupkan kembali suasananya,” tekannya.

Pawal kali ini menampilkan konsep yang berbeda, Dinas Pariwisata mengangkat konsep Mahakam Mask Carnival dengan penggunaan topeng jadi daya tarik utama. Tak tanggung tanggung, Konsep ini akan melibatkan penggiat seni dan budaya Samarinda.

Faisal mengatakan format kegiatan masih akan dikembangkan sehingga dapat menjadi agenda yang lebih tematik pada tahun-tahun berikutnya. Selain karnaval topeng, terdapat dua agenda lain yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Pertama, parade drum band yang ditujukan bagi pelajar SMP dan SMA atau sekolah yang memiliki kelompok drum band. Peserta nantinya tidak melakukan pertunjukan dalam format display besar, melainkan mengikuti parade di sepanjang rute yang telah ditentukan.

“Kami akan mengundang SMP dan SMA yang memiliki unit drum band. Formatnya berupa street parade, bukan pertunjukan display besar,” kata Faisal.

BACA JUGA :  Ustadz Abdillah Syafei Hadiahi UAS Kopiah Khas Kalimantan

Agenda kedua adalah Festival Seni Pencak Silat. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan seni bela diri sekaligus bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Timur kepada masyarakat.

Kendati demikian, Faisal menegaskan pelaksanaan pawai kali ini akan dilaksanakan dengan skala terbatas. Peserta nantinya dibatasi sekitar 2.000 hingga 3.000 orang, rute pawai pun dibuat lebih pendek. Kebijakan ini dilakukan guna memaksimalkan seluruh rangkaian kegiatan dengan efektif di pagi hari.

“Konsepnya tidak sebesar agenda sebelumnya. Kami menargetkan kegiatan selesai sekitar pukul 11.00 WITA dengan jumlah peserta sekitar 2.000 sampai 3.000 orang dan rute yang lebih pendek,” tuturnya.

Sebelum mengakhiri, Dinas Pariwisata berharap masyarakat ikut meramaikan kegiatan pawai karnaval yang juga menjadi tempat untuk menikmati hiburan publik.

Back to top button