DPRD SamarindaPariwara

Iswandi Minta Keterlibatan Pedagang Dalam Penataan Kios Di Pasar Pagi

Garda.co.id, Samarinda – Penataan pedagang di Pasar Pagi Samarinda perlu dikelola dengan baik guna menghindari ketimpangan. Rencana penataan perlu dibarengi dengan aturan yang jelas termasuk perbedaan pedagang grosir dan eceran.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyebutkan pemerintah harus menyamakan pemahaman dengan para pedagang dalam menentukan indikator kategori usaha.

Rencana ini perlu dibahas sebelum pengelola Pasar Pagi melakukan penataan di lapangan. Mengingat kondisi yang ada saat ini menunjukan aktivitas pedangan yang tidak sesuai dengan kategori yang dilampirkan.

“Pertama yang harus diperjelas adalah batas antara pedagang grosir dan eceran. Kita harus punya indikator yang disepakati bersama, sehingga jelas mana yang masuk grosir dan mana yang termasuk eceran,” sebutnya.

Menurutnya, dalam penentuan kategori pedangan tidak bisa hanya mengacu atas pandangan pemerintah, namun perlu memasuki terkait jenis barang yang diperjualbelikan, transaksi dan aktivitas harian.

Iswandi mengatakan para pedagang memiliki pemahaman lebih terkait karakter pedagang. Oleh sebab itu, keterlibatan para pedagang dalam menentukan katergori sangatlah penting.

“Faktanya ada pedagang yang secara aktivitas sebenarnya melakukan perdagangan grosir, tetapi mengaku eceran. Ada juga kemungkinan sebaliknya. Maka indikatornya harus dirumuskan dan disepakati bersama,” imbuhnya.

Kejelasan klasifikasi pedagang menjadi indikator dalam menentukan pola penataan.  Pemerintah, kata Iswandi, memerlukan acuan yang objektif dalam penataan pedangang sehingga tidak ada masalah nantinya.

Lanjut Iswandi, pembahasan penataan harus dilakukan segera mungkin dengan melibatkan pada pedagang. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik maka penataan akan berjalan tanpa ada hambatan.

“Pedagang yang setiap hari beraktivitas di Pasar Pagi tentu paling mengetahui bagaimana pola perdagangan yang berjalan. Karena itu, suara mereka harus menjadi bagian dari pembahasan,” demikian Iswandi. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)

BACA JUGA :  Samsun Minta Aparat Berantas Tambang Ilegal
Back to top button