DPRD SamarindaPariwara

Penguatan Koordinasi Lintas Instansi Jadi Kunci Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

Garda.co.id, Samarinda – Kasus 12 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Samarinda yang di nyatakan positif narkoba berjenis tembakau sintesis mendapat sorotan tajam dari pihak legislatif.

DPRD meminta pemerintah untuk segera memperkuat langkah pencegahan guna meminimalisir penyebaran narkoba lebih luas di ruang pendidikan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Anhar mengungkapakan akan segera memanggil Dinas Pendidikan guna meminta penjelasan terkait kasus tersebut.

Dirinya menilai kasus pelajar yang positif narkoba berada di luar jangkauan para tenaga pendidik sehingga perlu pencegahan bersama.

“Kalau memang ini terjadi, nanti akan segera kita panggil Dinas Pendidikan Kota Samarinda. Hal-hal seperti ini kadang memang di luar jangkauan siapa pun, sehingga perlu ada langkah bersama,” sebutnya.

Menurut Anhar, persoalan narkoba kini telah berkembang menjadi masalah sosial yang melibatkan kelompok masyarakat bukan lagi sekedar persoalan individu.

Sistem pencegahan harus dilakukan bersama mulai dari Orang tua, Sekolah, Pemerintah hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) guna menimalisir penyebaran narkoba di kelompok pelajar.

“Masalah narkoba ini sudah masuk ke semua sendi kehidupan. Karena itu perlu penanganan konkret, termasuk bagaimana kerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti BNN,” tuturnya.

Selain edukasi bahaya narkoba, kata Anhar, pengawasan pada lingkungan pelajar juga harus ditingkatkan. Menurutnya, pendidikan karakter dan pembinaan harus dilakukan sejak dini sehingga para pelajar tidak terjerumus hal negatif.

Tes urine menjadi salah satu upaya yang diusulkan dalam penerimaan murid baru. Namun, Anhar mengatakan kebijakan tersebut perlu dikaji lebih mendalam berkaitan dengan mekanisme ataupun kesiapan anggarannya.

“Kalau memang itu menjadi langkah terbaik untuk pencegahan, bisa saja dipertimbangkan. Misalnya sebelum penerimaan sekolah dilakukan tes urine. Tapi harus dilihat juga bagaimana teknis dan penanganannya jika ditemukan ada yang positif,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Tidak Menyajikan Data Saat RDP, Pansus IP Kecewa PT TBB Tidak Terbuka

Dirinya menekankan pelajar yang terindikasi penyalagunaan narkoba harus mendapatkan penanganan yang tepat seperti rehabilitasi.

Koordinasi yang intens antara Dinas Pendidikan, BNN, maupun orang tua menjadi harapan DPRD Samarinda. Hal ini menjadi salah satu langkah dalam penguatan lingkungan pendidikan.

“Yang terpenting bukan hanya menemukan kasus, tetapi bagaimana mencegah agar anak-anak kita tidak sampai terjerumus,” tandasnya. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)

Back to top button