DPRD KALTIMPariwara

Populasi Pesut Mahakam Kian Menyusut, DPRD Kaltim Minta Seluruh Pihak Menjaga Kelestariannya

Garda.co.id, Samarinda – Mamalia air tawar khas Kalimantan Timur yakni Pesut Mahakam kini diinformasikan kembali mengalami kelangkaan setelah data yang terpublish hanya sisa sekitar 60 ekor sepanjang Sungai Mahakam.

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, mengatakan bahwa situasi ini sebagai pengingat bahwa pentingnya menjaga kelestarian habitat Pesut Mahakam. Dia meminta seluruh pihak untuk mengambil langkah cepat.

“Kalau kita terus diam, pesut bisa punah. Masalahnya bukan karena regulasi tidak ada, tapi karena penegakan hukum lingkungan yang lemah,” sambungnya.

Pesut Mahakam sendiri spesies mamalia yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Berbeda dengan populasi Irrawaddy dolphin secara global yang masih mencapai 80 ribu ekor, jumlah Pesut Mahakam justru terus menyusut.

Sarkowi mengatakan aktivitas manusia di sepanjang Sungai Mahakam jadi salah satu faktor kelangkaan mamalia air tawar tersebut. Aktivitas industri yang kerap mencemari lingkungan, membuat pesut terpaksa menjauh dari wilayah asalnya.

“Pesut itu makhluk yang mudah stres. Seperti manusia, mereka terganggu oleh kebisingan dan polusi. Kalau habitatnya rusak, mereka akan pergi atau bahkan mati,” tuturnya.

Lanjut Sarkowi, perlindungan Pesut Mahakam sebenarnya sudah ada di atur pemerintah daerah maupun pusat, namun hingga saat ini penerapannya belum optimal. “Perda ada, tapi kalau tidak ditegakkan, ya percuma. Populasi pesut akan terus berkurang,” lanjutnya.

Sarkowi menekankan bahwa dalam perlindungan spesies yang terancam punah perlu dilakukan oleh seluruh pihak, baik dari pemerintah hingga masyarakat. “Ini tanggung jawab bersama. Menjaga pesut sama dengan menjaga wajah Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Pesut Mahakam memegang peran penting atas indikator kesehatan perairan Sungai Mahakam dari tingginya aktivitas industri yang terjadi. Pesut Mahakam di harapkan terus hidup bukan hanya sebagai simbol daerah maupun cerita masyarakat.

BACA JUGA :  TPT Kaltim Alami Penurunan, Agusriansyah Sebut Pentingnya Memfasilitasi Pemuda Sesuai Dengan Kebutuhan Daerah

“Kalau pesut sampai hilang, itu tanda bahwa sungai kita sedang sakit. Jangan tunggu sampai hanya jadi cerita di buku pelajaran,” tandasnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)

Back to top button