DPRD Samarinda

Ingin Maksimalkan Kinerja Pembangunan Daerah, Komisi II Usulkan Pemisahan Pada Disporapar

Garda.co.id, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda khususnya Komisi II menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).

Agenda yang berlangsung pada ruang rapat gabungan lantai 1 DPRD Kota Samarinda pada Rabu (01/07/2026) itu membahas terkait realisasi kegiatan dan evaluasi kinerja pada triwulan II tahun anggaran 2026 serta membahas rencana kegiatan tahun anggaran 2027.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi menyampaikan bahwa kinerja Disporapar dalam 6 bulan terakhir telah menunjukan hasil positif dengan realisasi anggaran hampir 50 %.

“Cuma ya kaget juga kita anggarannya untuk dinas yang di bawah tiga kementerian ini terlalu kecil, kan parawisata, ekonomi kreatif dan olahraga, tiga ini tanggung jawabnya ini jadi kecil,”

Dirinya mengungkapkan ada beberapa rekomendasi yang dihasilkan dalam RDP kali ini guna meningkatkan kinerja instansi terkait pada tahun yang akan datang.

“Kita mendorong untuk dipisahnya dinas parawisata dan ekonomi kreatif dengan dinas pemuda dan olahraga,” imbuhnya

Iswandi menjelaskan selama ini kinerja instansi tidak terkonsentrasi dengan baik dikarenakan lingkup kinerja yang besar. Misalnya pemerintah mendorong pengembangan wisata pelabuhan di Samarinda Seberang namun anggaran pada instansi terkait sangat minim.

“Tadi kesimpulan kita bahwa kendala mereka ya itu tadi bahwa disporapar di

bawah tiga kementerian, anggarannya tidak memadai. Kalau dari target PAD tadi, dari target untuk 2026 dari 1,4 sudah terrealisasi 750 juta, berarti udah lebih dari 50 persen ya,” terangnya.

Lanjut Iswandi, beberapa kesimpulan juga dihasilkan seperti pariwisata belum terkelola dengan baik, beberapa penyerahan aset olahraga Pemkot juga dilakukan sehingga pemamfaatannya belum dikelola dengan baik.

BACA JUGA :  Pembangunan Infrastruktur Belum Terselesaikan, Markaca sebut Komisi III akan Gelar RDP dengan OPD Terkait

“Tadi kita juga temukan termasuk stadion segiri ini juga belum diserah terimakan dari PUPR Provinsi ke PUPR Kota. Sehingga dari dispora ini susah juga untuk mengelola itu, makanya kayak ruko-rukonya kan masih kosong,” katanya

Demi memaksimalkan kinerja yang ada dorongan pemisahan akan dilakukan, seperti memastikan asas hukum yang ada guna tidak bermasalah dikemudian hari. “Ini yang akan kita tindak lanjutin nanti, bagaimana kita memisahkan di disporapar dengan menjadi dinas pemuda dan olahraga dan dinas para wisata dan ekonomi kreatif sendiri, supaya mereka lebih efektif,” sambungnya.

Sebelum menutup, Iswandi menekankan pihaknya akan mengusulkan untuk anggaran di sektor pariwisata untuk ditinjau kembali sehingga program dapat berjalan maksimal. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)

Back to top button