DPRD Samarinda

DPRD Samarinda Kritik Minimnya Anggaran Pembinaan Atlet, Desak Dukungan Lebih Besar

Garda.co.id, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda telah mengalokasikan anggaran tahun anggaran 2026 mereka untuk pembinaan atlet. Namun dibalik itu, menuai berbagai respon atas besaran alokasi anggaran yang diberikan.

Salah satu yang merespon atas anggaran tersebut yakni dari pihak legislatif kota Samarinda. Dana yang teralokasi kurang lebih 100 juta itu dianggap tidak cukup dalam melakukan pembinaan pada atlet.

Keterbatasan anggaran tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi IV DPRD Samarinda dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) belum lama ini.

Para legislator beranggapan bahwa besaran anggaran yang tersedia saat ini belum sebanding dengan kebutuhan pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menjelaskan bahwa program pembinaan pada atlet tetap dijalankan, namun dengan anggaran yang minim akan membuat ruang gerak para atlet jadi terbatas.

“Program pembinaan atlet tetap berjalan, tetapi memang dengan kemampuan anggaran yang sangat terbatas. Nilainya hanya sekitar Rp100 juta lebih, sehingga kegiatan yang dilakukan baru sebatas peningkatan kemampuan dasar para atlet,” ulasnya.

Samarinda yang juga sebagai ibukota Kalimantan Timur diharapkan banyak melahirkan para atlet berprestasi yang tidak hanya bersaing secara nasional tapi juga internasional. Dengan anggaran yang minim, kata Novan, akan menjadi tantangan besar bagi dunia olahraga Samarinda.

Lanjut Novan, keterbatasan anggaran tidak hanya dirasakan pada program pembinaan atlet, namun di berbagai bidang Disporapar pun turut mengalami kendala serupa sehingga pelaksanaan berbagai program tidak berjalan optimal.

“Persoalan utama yang dihadapi hampir seluruh bidang saat ini adalah keterbatasan anggaran. Akibatnya, ruang untuk menjalankan program menjadi sangat terbatas dan banyak potensi yang belum bisa dikembangkan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Banyak Bangunan Tak Berizin Berdiri di Sepadan Sungai, Angkasa Jaya : Jika Menertibkan Kedepankan Sisi Kemanusiaan

Dalam mengatasi kondisi yang dialami Disporapar saat ini, Komisi IV mendorong pemerintah untuk memanfaatkan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026 sebagai momentum menambah dukungan dana bagi sektor olahraga.

Novan menilai, tambahan anggaran sangat perlu dilakukan guna mengoptimalkan sektor olahraga menjelang berbagai agenda penting mendatang. Salah satunya pelaksanaan Pekan Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Porkorpris) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

“Kami berharap ada penambahan anggaran melalui APBD Perubahan. Itu menjadi kebutuhan yang cukup mendesak, terutama untuk mendukung persiapan menghadapi Porkorpris pada akhir tahun ini,” tuturnya.

Akhir, Novan berharap pemerintah menaruh perhatian lebih dalam meningkatkan kualitas para atlet yang dimilikinya. Dengan dukungan anggaran yang memadai maka tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan berbagai prestasi di berbagai ajang yang dapat membagakan bagi kota Tepian. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)

Back to top button