DPRD Samarinda

Bansos Tidak Merata, Pendataan Masyarakat Kurang Mampu Jadi Pertanyaan

Garda.co.id, SAMARINDA– Peristiwa kematian salah satu siswa Sekolah Menengah Kejuruaan (SMK) di Kota Samarinda dikarenakan keterbatasan keuangan untuk membeli perlengkapan sekolah menuai sorotan publik, salah satunya Anggota Legislatif.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menyampaikan kejadian ini harus menjadi perhatian dan evaluasi dari pemerintah khususnya dalam mendistribusikan bantuan sosial (Bansos) pada masyarakat kurang mampu.

“Ini harus jadi perhatian bersama. Pendataan penerima bantuan perlu diperbaiki agar tidak ada lagi warga yang layak justru terlewat,” sebutnya.

Dirinya mengatakan lemahnya verifikasi data di lapangan menjadi salah satu faktor atas tidak meratanya distribusi bantuan sosial. Kedepan data harus diperbarui secara konsisten dan akurat, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Ketepatan data sangat penting. Jangan sampai masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas justru tidak terdata,” jelasnya.

Kondisi ekonomi keluarga memaksa korban harus menggunakan sepatu lamanya yang berukuran kecil daripada ukuran kakinya. Diperparah dengan luka dan juga aktivitas magang yang dia lakukannya yang mengharuskan menggunakan sepatu dengan waktu lama.

Diketahui, keluarga korban belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial pemerintah, meski berada dalam kondisi ekonomi terbatas.

Ismail pun menjelaskan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya. Meskipun SMK berada dibawah kewenangan Pemerintah Provinsi namun Pemerintah Kota tidak boleh menyampingkan hal tersebut.

“Ini bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam memastikan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)

BACA JUGA :  Sani Sampaikan Harapan Besarnya Terhadap Dunia Pendidikan Samarinda
Back to top button