DPRD KukarPariwara

Ahmad Yani: Peran Bidan Tak Tergantikan, Garda Terdepan Kesehatan Menuju Indonesia Emas

 

Garda.co.id, Kukar – Suasana hangat penuh semangat persaudaraan mewarnai Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Minggu pagi itu. Ratusan bidan dari berbagai penjuru Kutai Kartanegara berkumpul, merayakan momen istimewa yakni Hari Ulang Tahun ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Musyawarah Cabang (Muscab) VIII IBI Cabang Kukar.

Di tengah sorak-sorai tepuk tangan dan pelukan penuh haru sesama tenaga kesehatan perempuan, hadir pula sosok yang membawa pesan penting dari parlemen daerah yaitu Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani.

Bagi Ahmad Yani, kehadirannya bukan sekadar bentuk formalitas, tetapi bentuk nyata dari penghargaan terhadap peran para bidan yang telah lama berdiri di garis depan pelayanan kesehatan, terutama dalam menjaga keselamatan ibu dan anak.

“Selamat ulang tahun untuk IBI ke-74 dan Hari Bidan Internasional. Bidan adalah pilar utama dalam sistem kesehatan kita, khususnya di level komunitas. Dedikasinya bukan hanya pekerjaan, tapi bentuk pengabdian yang tak pernah lelah,” tutur Yani.

Politikus PDI Perjuangan itu menekankan bahwa para bidan seringkali menjadi penyelamat pertama dalam berbagai kondisi darurat kesehatan, terlebih di pelosok desa yang minim fasilitas.

“IBI Kukar harus terus maju dan adaptif. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelayanan kesehatan ke depan,” ujarnya.

Acara tersebut turut dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Eko Wijiastuti dari IBI Provinsi Kaltim, Ketua IBI Kukar Emy Susilawati, serta Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, yang hadir mewakili Bupati Kukar dan membuka acara secara simbolis lewat pemukulan gong.

Mengangkat tema “Peran Strategis Bidan Dalam Memenuhi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi di Setiap Kondisi Krisis, Menuju Indonesia Emas 2045”, acara ini menjadi simbol tekad kuat para bidan untuk terus berkembang, bahkan di tengah berbagai tantangan, termasuk perubahan sistem layanan kesehatan nasional.

BACA JUGA :  HUT Satpam ke-42, DPRD Kaltim Minta Kesejahteraan Satpam Diperhatikan

Dalam sambutannya, Kusnandar menyoroti pentingnya kesiapan bidan dalam menyikapi perubahan sistem BPJS, seperti layanan persalinan normal berbasis e-KTP. Menurutnya, transformasi layanan tidak boleh mengorbankan kecepatan dan kualitas pelayanan.

Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa program Keluarga Berencana tak bisa dilepaskan dari peran aktif para bidan. “Ada KB, Ada Bidan. Itu bukan sekadar slogan, tapi kenyataan di lapangan,” katanya.

Bagi Ahmad Yani, acara ini membuktikan bahwa IBI Kukar tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga siap berkontribusi dalam kebijakan publik. Ia menegaskan bahwa DPRD Kukar siap menjadi mitra strategis dalam memperjuangkan aspirasi para bidan dan memperkuat kebijakan-kebijakan pro kesehatan masyarakat.

“Kami siap mendorong regulasi yang berpihak pada kesejahteraan tenaga kesehatan. Kukar harus menjadi kabupaten yang sehat, sejahtera, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Yani.

Di akhir acara, senyum para bidan seolah menjadi simbol keyakinan bahwa masa depan pelayanan kesehatan di Kukar tengah melangkah ke arah yang lebih cerah dengan gotong royong, kolaborasi, dan semangat yang tak pernah padam. (Adv/fa)

Back to top button