Tekan Volume Sampah Samarinda, Deni Minta Alat Penunjang Pemilahan Sampah
Garda.co.id, Samarinda – Komisi III DPRD Kota Samarinda menggelar pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam membahas kinerja dan realisasi anggaran pada tahun 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Bidang Persampahan mendapat catatan dari para legislator yang berkaitan dengan pengeloaan sampah di Kota Samarinda.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai penggunaan insinerator dalam mengurangi sampah belum berjalan efektif. Alat yang telah dihadirkan untuk menekan sampah tersebut harus berfungsi dengan maksimal dalam pengelolaan sampah di masa mendatang.
Sebagai informasi dalam proses pengoperasian insinerator memerlukan waktu yang lama. Untuk menyalakan tungku hingga mencapai suhu operasional sekitar 900 hingga 1.000 derajat Celsius diperlukan waktu sekitar satu jam, sedangkan proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar dua jam.
“Artinya ada sekitar tiga jam waktu yang terbuang dari total delapan jam operasional setiap hari. Dengan kondisi seperti ini, target pengurangan sampah sekitar delapan hingga sepuluh ton per hari akan sulit tercapai,” sambungnya.
Dilain sisi, Deni juga menyoroti terkait teknis pengelolaan sampah, dirinya menggambarkan satu truk sampah berkapasitas tiga hingga empat ton membutuhkan waktu lima hari untuk dipilah karena belum memiliki peralatan yang memadai.
Atas hal tersebut, pihaknya mendorong pemerintah untuk menghadirkan alat pendukung lainnya sehinga insinerator dapat beroperasi maksimal.
Salah satu alat yang dibutuhkan yakni alat pemilah sampah. Alat ini akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Dirinya juga mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di lokasi insinerator sehingga proses pemilahan dapat dilakukan sejak awal tanpa harus mengangkut sampah dari TPA ke lokasi pembakaran.
“Kami ingin ada subsistem yang jelas agar insinerator ini benar-benar berfungsi dengan baik. Jangan sampai prosesnya justru menjadi dua kali kerja dan menimbulkan pemborosan,” usulnya.
Sebelum menutup, DPRD Kota Samarinda akan terus mendorong pengoptimalan penggunaan insinerator yang dapat menekan volume sampah di Kota Tepian. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)






