Andriansyah Kenalkan Program “Kutiga” Pada Diskusi Publik HMI
Garda.co.id, Samarinda – Program inovatif bernama “Kutiga” kini hadir sebagai inisiasi baru dari Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah. Menurutnya ini merupakan upaya pengelolaan sampah di Kota Samarinda yang akan terus digiatkan dengan menggait para relawan yang peduli terhadap lingkungan sekitar.
Program tersebut bertujuan untuk mengubah pola lama dalam menangani sampah rumah tangga menjadi sistem yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
“Kutiga itu artinya kupilah, kupilih, kuolah. Sekarang kita sudah mulai jalankan di beberapa tempat dan terus kita gaungkan,” ujar Andriansyah.
Ia menekankan bahwa pemilahan sampah dari rumah sangat penting karena dapat mengubah sampah yang tadinya tidak bernilai menjadi sumber pendapatan.
Ia beranggapan bahwa paradigma lama yang hanya berorientasi pada kumpul, angkut, buang perlu ditinggalkan dan digantikan dengan konsep baru, yakni kumpul, angkut, cuan.
“Dulu kita harus bayar untuk buang sampah, sekarang dengan memilah, justru bisa menghasilkan uang,” Jelasnya.
Andriansyah juga menjadwalkan kegiatan studi banding pada tanggal 17 mendatang ke beberapa bank sampah yang sudah berjalan efektif, seperti Bank Sampah Silopales dan Bank Sampah Plamboya di kawasan Sungai Siring.
Ia menyebut bahwa program ini melibatkan relawan dan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga. “Saya sering ajak mereka ke lokasi bank sampah. Tujuannya supaya mereka langsung melihat prosesnya, jadi lebih mudah dipahami daripada hanya mendengar cerita,” Sambungnya.
Dengan pendekatan partisipatif, program “Kutiga” diharapkan dapat membangun budaya pemilahan sampah yang konsisten dari tingkat rumah tangga, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga Samarinda. (aw/adv/dprd/smd)






