DPRD PPU

Pertanian di PPU Hadapi Tantangan Besar dalam Meningkatkan Kualitas Beras

Garda.co.id, PPU – Kabupaten PPU, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras di Kalimantan Timur, saat ini tengah menghadapi tantangan signifikan dalam meningkatkan kualitas hasil panen berasnya. Kualitas beras yang dihasilkan kerap kali dinilai berada di bawah standar premium, yang pada akhirnya berdampak pada harga jual dan daya saing produk di pasar regional maupun nasional.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Sujiati, menekankan bahwa masalah utama terletak pada penanganan pasca panen yang belum optimal. Ia menjelaskan bahwa proses pasca panen yang tidak dilakukan dengan baik dapat menyebabkan kualitas beras menurun drastis, sehingga mempengaruhi daya saing produk pertanian PPU di pasar.

“Solusinya adalah penanganan pasca panen dan perbaikan pola tanam serta perawatan. Namun yang terpenting adalah pola pasca panen, karena jika saat pasca panen terjadi hujan dan beras tidak terjemur dengan baik, maka otomatis kualitasnya akan menurun,” ungkap Sujiati.

Menurut Sujiati, beras yang tidak dijemur dengan optimal atau terkena hujan setelah dipanen dapat mengalami penurunan kadar kekeringan, serta perubahan warna yang mempengaruhi penampilan dan mutu beras. Situasi ini membuat hasil panen tidak memenuhi standar kualitas premium yang diharapkan, sehingga merugikan petani dari segi harga jual.

Sujiati mendorong pemerintah daerah untuk memberikan pelatihan dan dukungan teknologi yang memadai, terutama terkait dengan penanganan pasca panen. Fasilitas seperti sarana pengeringan modern dan penyimpanan beras yang layak dinilai sangat penting untuk membantu petani menjaga kualitas hasil panennya.

“Investasi dalam sarana pengeringan dan fasilitas penyimpanan beras yang memadai akan sangat membantu para petani dalam menjaga kualitas hasil panen,” pungkasnya. (adv/dprd/ppu/mr)

BACA JUGA :  DPRD PPU Siapkan Langkah Antisipasi untuk Lindungi Hasil Pertanian

 

 

 

 

 

 

 

 

Back to top button