Syarifatul Dukung Pemerintah Berau Meniru Kesiapan Samarinda Hadirkan Sekolah Rakyat
Garda.co.id, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syarifatul Sya’diah, memberi sorotannya atas lambatnya tindak lanjut program Sekolah Rakyat di Kabupaten Berau. Sementara itu disampaikannya bahwa satu-satunya kota yang dianggap siap adalah Samarinda.
Ia sebagai wakil rakyat Berau di parlemen Kaltim berharap daerahnya bisa meniru kesiapan Samarinda, yang mana sudah lebih dulu memenuhi persyaratan dalam pelaksanaan program bantuan dari Kementrian Sosial Republik Indonesia ini.
“Kalau Samarinda bisa kenapa di Berau tidak? Jadi harus belajar dengan Samarinda. Dan itu perlu ada yang dievaluasi dan diperbaiki, karena harus jemput bola,” ungkapnya.
Syarifatul menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat ini merupakan trobosan Kemensos dalam memberi ruang pada masyarakat yang miliki keterbatasan. Melalui program ini anggaran ratusan miliar rupiah dari APBN siap di alokasikan untuk membantu daerah-daerah yang mampu memenuhi persyaratan administratif maupun teknis.
Dari lima daerah di Kaltim yang mengajukan usulan, sejauh ini baru Samarinda yang dinyatakan lolos dan siap menerima kucuran dana tersebut.
“Ini program pusat dan dananya dari APBN. Kalau syarat administrasi sudah beres, anggaran itu sudah standby dan tinggal disalurkan,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan keperihatinan, Syarifatul akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Sosial Kabupaten Berau untuk menelusuri kendala yang menghambat proses pengajuan.
“Nanti kami ke Dinsos dulu, koordinasi. Kami ingin tahu apakah semua syarat sudah lengkap atau masih ada hambatan administrasi lainnya. Kalau perlu, kami dari provinsi siap mendampingi ke Kemensos untuk mencari solusi bersama,” imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan komunikasi jadi kunci utama bagi pembagunan antar daerah. Ibukota Kaltim ini, lanjut Syarifatul, bisa dijadikan rujukan oleh Berau untuk mempersiapkan program unggulan tersebut.
“Saran saya, Pak Kadis Dinsos Berau coba koordinasi ke Samarinda. Pelajari langkah-langkah apa saja yang mereka lakukan sampai bisa lolos. Ini bentuk tanggung jawab kita supaya program dari pusat tidak sia-sia hanya karena minim inisiatif daerah,” tuturnya.
“Program ini tujuannya untuk masyarakat. Kalau lambat dieksekusi, yang rugi rakyat. Jangan sampai program sebagus ini gagal jalan hanya karena kurang gerak dari daerah,” timpal Syarifatul menekankan urgensi kehadiran Sekolah Rakyat. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






