DPRD KALTIMPariwara

Andi Satya Ingatkan Perlindungan Anak Terancam Tanpa Dukungan Anggaran Memadai

Garda.co.id, Samarinda – Persoalan perlindungan anak di Kalimantan Timur dinilai kian kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

DPRD Kaltim menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terabaikannya pemenuhan hak, keamanan, dan masa depan anak-anak.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran perlindungan anak saat ini hanya berkisar Rp400 juta per tahun.

Nilai tersebut dinilainya belum sebanding dengan beragam persoalan yang harus ditangani, mulai dari kasus kekerasan dan eksploitasi hingga tantangan baru akibat penggunaan gawai dan media digital.

“Anggaran sebesar itu jelas tidak sebanding dengan kompleksitas masalah perlindungan anak yang terus berkembang,” ujarnya.

Selain persoalan anggaran, Andi Satya juga menyoroti pentingnya evaluasi regulasi yang ada, termasuk Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Menurutnya, aturan tersebut sudah tidak sepenuhnya relevan dengan dinamika sosial serta tantangan era digital saat ini.

“Kasus kekerasan meningkat dan perkembangan teknologi membawa risiko baru bagi anak. Regulasi harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut,” jelasnya.

Dirinya menilai pembaruan kebijakan dan penguatan program perlindungan anak merupakan kebutuhan mendesak. Pemerintah daerah diminta menghadirkan pendekatan yang lebih adaptif dan inklusif, serta tidak terfragmentasi oleh batasan sektoral.

Andi Satya menegaskan bahwa DPRD Kaltim akan terus mengawal isu perlindungan anak sebagai salah satu prioritas utama, mengingat anak merupakan kelompok paling rentan terhadap perubahan sosial maupun tekanan ekonomi keluarga.

“Komitmen tidak boleh berhenti pada wacana. Tanpa dukungan anggaran yang cukup dan regulasi yang tepat, perlindungan anak hanya akan menjadi slogan,” pungkasnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)

BACA JUGA :  Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Pemprov Kaltim untuk Tingkatkan Insentif Nakes
Back to top button