Keterbatasan Anggaran Jadi Kendala Dalam Menunjang Infrastruktur Pendidikan Di Kota Tepian
Garda.co.id, Samarinda – Terbatasnya Anggaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda ternyata menjadi permasalahan yang harus diperhatikan untuk bisa memaksimalkan semua kebutuhan dalam menunjang pendidikan.
Merespon hal tersebut Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. Menjelaskan terkait kendala Kota Samarinda dalam perbaikan infrastruktur dan pemenuhan standar pelayanan minimal.
“Karena dari 20% ini tidak bisa menopang keseluruhan keperluan dari tingkat paud, sd, smp karena jumlahnya yang banyak, mudah mudahan program rutin dari sekian untuk perbaikan dan sekian untuk pembangunan,” ungkap Deni, pada Rabu (19/6/24).
Namun, Deni anggap Pemkot Samarinda bisa mengatasi masalah itu semua. Dirinya telah diperlihatkan juga kondisi – kondisi sekolah, bahkan yang di dalam kota pun masih ada atapnya yang jebol dan lain sebagainya.
“Kalau kita berbicara di luar kota mungkin bisa saja sebab jarang terpantau, tapi kalau di tengah kota itu ada juga,” jelasmya.
“Itu saya juga minta betul kepada pak Asli dari dinas pendidikan, kalo bisa betul betul perhatian ini berkelanjutan, artinya setelah lakukan perbaikan yang ini lakukan perbaikan yang lainnya, jangan sampai terputus,” lanjutnya.
Lanjut politisi dari fraksi Gerinda ini memjelaskan bahwa Samarinda masih bergantung pada Dana Alokasi Khusus (DAK), itu juga lah yang sangat menopang Samarinda, suka tidak suka kalau ini tidak ada ya akan sulit juga nantinya.
“Dak ini lumayan juga membantunya walaupun angkanya menurun, harusnya di tingkatkan lagi, karena bagaimanpun pendidikan ini amanah undang undang, harus mendapat perhatian,” tuturnya.
Akhir, Deni harap Anggaran untuk pendidikan bisa terpisah dengan gaji dan sebagainya. Sebab, jika itu terpisah bukan hanya maksimal tetapi sangat memadai sekali. Artinya standar pelayanan terpenuhi dan sarana pra sarana juga tidak kalah dengan yang di jawa (Dery/Adv/DPRDSamarinda)






