PariwaraRagam

Kenaikan Harga Cabe di Kaltim Karena Dipengaruhi Isu

Yana : 6 Ton Cabe Harus Tersedia Stoknya

Garda.co.id, Samarinda – Walaupun harga Cabe di beberapa daerah di Indonesia melonjak tajam, namun di Kaltim kenaikan harga Cabe tidak terlalu drastis, karena stok Cabe di Kaltim masih terbilang aman.

“Kenaikan harga Cabe kemarin adalah karena masalah distribusi, beberapa tempat di Indonesia kalau kita dengar beritanya memang mengalami kenaikan-kenaikan,“ tutur Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim Siti Farisyah Yana belum lama ini.

Yana mengatakan, memang sempat ada kenaikan harga Cabe di Kaltim hingga  Rp120.000,- per Kilogram, tapi sekarang sudah turun pada kisaran Rp90.000,- per Kilogram.  Kenaikan harga Cabe di Pasar Segiri tersebut, melonjak dari harga sebelumnya Rp60.000 per Kilogram.

Lebih lanjut Yana menjelaskan, jika di Pasar Segiri sebagai pasar induk di Kota Samarinda, ingin harga tidak naik, maka lebih dari 6 Ton Cabe harus tersedia stoknya.

“Untuk menghitungnya kita punya simulasi, dengan harga kecukupan. Beberapa cara hitung untuk harga kecukupan itu adalah pada pasar-pasar induk tersebut, kebutuhannya berapa ton?. Apabila terpenuhi pasokannya, insya Allah tidak akan terjadi kenaikan harga,“ sebutnya.

Ia menerangkan lagi, kalau misalnya kebutuhan Cabe di Pasar Segiri sampai 6 Ton, maka setengahnya harus sudah tersedia. 3 Ton Cabe yang dipasok dari luar daerah, yaitu dari Sulawesi Barat.

Untuk itu, Stok Cabe di Kaltim menurut Yana masih terbilang aman, hingga satu minggu ke depan.

“Karena stok aman, maka penyebab kenaikan harga Cabe di Kaltim tersebut, sedikit banyaknya karena dipengaruhi oleh adanya berita atau isu kenaikan harga Cabe yang berkembang di masyarakat. Terlebih orang Kaltim, seberapapun harga tetap akan dibeli, termasuk untuk Cabe.” Tandas Yana sambil tersenyum.(DK/ADV/KominfoKaltim)

BACA JUGA :  Pelaksanaan Pemilu, Jangan Hentikan Pembangunan Perpindahan IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button