Ragam

Pencemaran Limbah dan Kematian Massal Kerang Dara: Nelayan Kerang dara Muara Badak Menjerit, HMI Samarinda Angkat Suara

Garda.co.id, SAMARINDA–Di tepian perairan Muara Badak, tempat ratusan nelayan menggantungkan hidup mereka, kini tersisa kesedihan dan keresahan. Ribuan kerang dara mati mendadak, terapung tanpa daya.

Di tengah situasi ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Samarinda angkat suara. Mereka mengecam PT PHSS yang dinilai mengabaikan tanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan.

Ketua HMI Samarinda, Syahril Saili mengatakan, bencana ekologis ini bukan terjadi begitu saja. Pencemaran limbah, yang diduga berasal dari aktivitas pengeboran migas PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) di RIG GWDC 16, dianggap sebagai penyebab utama. Sebanyak 299 nelayan mengalami kerugian besar, kehilangan sumber penghidupan mereka dalam sekejap.

“Sudah lebih dari sepekan nelayan menuntut hak mereka, namun hingga kini belum ada kejelasan dari PT PHSS,” tegas Syahril.

Menurut Syahril, sikap perusahaan yang diam dan tidak memberikan solusi konkret justru semakin menyakiti hati masyarakat yang terdampak.

“Kami melihat PT PHSS lari dari tanggung jawab atas dampak lingkungan yang mereka timbulkan. Ini sangat menyakitkan bagi kami yang peduli terhadap nasib para nelayan,” sambung mantan Ketua BEM FPIK Unmul itu.

Tak ingin tinggal diam, ucap dia, HMI Samarinda berencana menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap para nelayan Muara Badak. Mereka juga akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, memastikan bahwa hak-hak nelayan bisa segera dipenuhi.

“Pencemaran ini bukan sekadar kehilangan pendapatan, tapi juga ancaman bagi masa depan mereka. Jika limbah terus mencemari perairan, ke mana lagi mereka harus mencari penghidupan? ,” kuncinya.

BACA JUGA :  Pelantikan Wali Kota Samarinda Disambut Demo HMI Cabang Samarinda
Back to top button