DPRD Samarinda

Sri Puji Astuti Soroti Kasus Kekerasan Anak dan Remaja: “Sekolah Bukan Tempat Lepas Tanggung Jawab Orang Tua”

 

Garda.co.id, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti peningkatan laporan kasus kekerasan terhadap anak dan remaja yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Menurutnya, peningkatan ini bukan semata karena makin maraknya kasus, tapi juga karena makin banyak korban yang berani bersuara.

“Sekarang ini kasus yang terungkap memang meningkat tiap tahun, tapi itu juga karena makin banyak korban yang speak up. Kalau dulu kan mana berani. Sekarang sudah banyak payung hukumnya,” ujar Puji.

Ia menyambut positif keberanian korban dalam mengungkap kekerasan yang dialami. Menurutnya, kemajuan regulasi serta dukungan lembaga perlindungan anak turut berperan dalam mendorong keberanian tersebut.

Namun demikian, Puji mengingatkan bahwa upaya perlindungan anak tidak cukup hanya dari sisi hukum. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan penuh orang tua dalam mengawasi dan membina anak, baik di lingkungan rumah maupun di luar.

“Peran orang tua sangat penting di sini. Anak disekolahkan bukan berarti dilepaskan tanggung jawabnya. Di rumah tetap harus dididik dengan baik,” tegasnya.

Sebagai legislator yang membidangi urusan sosial dan pendidikan, Puji berharap kesadaran orang tua bisa meningkat seiring dengan upaya perlindungan yang dilakukan pemerintah dan lembaga pendukung lainnya.

Menurutnya, mencegah kekerasan terhadap anak dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Dengan komunikasi yang terbuka dan kedekatan emosional yang kuat, anak-anak diharapkan tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat.

BACA JUGA :  Pelaku UMKM Susah Dapat Modal Pinjaman, Ini Penyebabnya
Back to top button