Sarkowi Minta Tidak Tebang Pilih Dalam Menangani Permasalahan Lingkungan
Garda.co.id, Samarinda – Permasalahan lingkungan yang terjadi di Kalimantan Timur seolah terus terjadi, namun perbedaan penanganan hukum antara perusahaan dengan masyarakat tampak tak berimbang.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry menyampaikan beberapa kasus pencemaran lingkungan oleh perusahaan besar seolah terabaikan dari saksi.
“Ada warga bakar lahan seperempat hektare untuk berkebun, langsung diproses hukum. Tapi perusahaan yang buang limbah ke sungai? Masih bebas beroperasi,” tekannya.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim menampakan banyaknya perusahaan belum menjalani kewajiban seperti pengelolaan limbah dan reklamasi pascatambang. Padahal kewajiban itu menjadi syarat mutlak dalam penerbitan izin usaha.
Sarkowi melihat kondisi ini menjadi ancaman beser dalam keberlangsungan lingkungan, bukan hanya itu dampak yang diberikan juga membebani masyarakat lokal.
“Air tercemar, udara kotor, penyakit meningkat, tapi tidak ada yang bertanggung jawab. Rakyat yang menanggung akibatnya,” terangnya.
Perilaku dalam menangani permasalahan lingkungan ini bukan hanya terkait keadilan hukum semata melainkan juga bentuk kepedulian pemangku kebijakan terhadap keberlangsungan ekologis.
Masyarakat kecil kerap menjadi korban dari sistem yang permisif terhadap pelanggaran lingkungan oleh perusahaan besar.
Sarkowi melihat lemahnya pengawasan dan ketegasan dalam penegak hukum menjadi permasalahan mendasar. Dirinya mendorong instansi teknis maupun aparat penegak hukum untuk tidak tebang pilih.
“Keadilan lingkungan tidak boleh tunduk pada kepentingan ekonomi sesaat. Kalau aturan tidak ditegakkan, itu artinya negara absen dalam melindungi rakyatnya,” tuturnya.
Sebelum mengakhiri, Sarkowi mengatakan dengan kekayaan alam yang Kaltim miliki seharusnya tidak ada lagi perbedaan perlakuan lingkungan, baik itu dalam mendukung perkembangan daerah ataupun untuk keperluan pribadi. (Dry/Adv/DPRDKaltim)







