PEMKAB PPU

Pj Bupati PPU Tegaskan Pentingnya Data Akurat dalam Peningkatan Kualitas ASN

Garda.co.id, PPU – Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun, menegaskan bahwa peningkatan kualitas manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di PPU harus didasarkan pada data yang akurat dan relevan. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum di Penajam pada Kamis (5/9/2024), di mana Marbun menyoroti pentingnya pemanfaatan data dalam proses pengambilan keputusan dan peningkatan kapasitas ASN.

Makmur Marbun mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan terakhir, PPU berada di posisi ke-16 dalam peringkat manajemen ASN dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Posisi ini menunjukkan bahwa PPU menempati peringkat terendah dalam hal pengelolaan ASN, yang perlu menjadi perhatian serius.

“Saya meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk turun langsung ke sini dan membantu memperbaiki kondisi ini. Kebijakan bisa saja dilaksanakan, tetapi tanpa data yang benar sebagai landasan, hasilnya tidak akan optimal. Oleh karena itu, sejak awal saya berada di sini, saya menekankan bahwa segala upaya kita harus berbasis data. Jika datanya tidak akurat, sekeras apapun kita bekerja, hasilnya tidak akan sesuai dengan harapan,” jelas Marbun dalam sambutannya.

Marbun juga menyoroti pentingnya pelatihan yang relevan bagi ASN untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menyatakan bahwa selama ini banyak pelatihan yang tidak sesuai dengan tugas pokok ASN, sehingga ilmu yang didapat tidak dapat diterapkan secara efektif dalam pelaksanaan kebijakan.

“Saya melihat banyak pegawai yang mengikuti pelatihan yang tidak sesuai dengan tugas pokok mereka. Beberapa di antaranya mengikuti kursus bendahara atau pelatihan yang sebenarnya tidak terkait dengan pekerjaan utama mereka. Akibatnya, arah pembangunan daerah menjadi tidak jelas, dan kebijakan yang sudah ada tidak terlaksana dengan baik,” ujar Marbun.

BACA JUGA :  Kabupaten PPU Raih Penghargaan KASN atas Penerapan Sistem Merit dalam Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi

Ia menambahkan bahwa dengan menggunakan pendekatan berbasis data, pelatihan di masa depan harus lebih tepat sasaran. Harapannya, pelatihan tersebut dapat meningkatkan kompetensi ASN sehingga mereka mampu menjalankan tugas dengan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

Sebagai kabupaten yang berperan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), PPU menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan Indeks Kinerja Kebijakan (IKK) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut Marbun, peningkatan kedua indeks ini tidak hanya bergantung pada kerja keras, tetapi juga pada kualitas informasi yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

“Saya berharap kita dapat meningkatkan IKK dan IPM di PPU. Namun, ini semua akan bergantung pada kemampuan ASN dalam memahami peran dan tanggung jawab mereka dengan baik. Mereka sebenarnya mau bekerja, tetapi terkadang informasi yang mereka dapatkan tidak merata. Kita harus memastikan bahwa data yang kita gunakan untuk mengukur kinerja benar-benar akurat,” ungkapnya. (Adv/Diskominfo/PPU/mr)

 

 

 

 

 

 

 

 

Back to top button