Politika

Pilkada Berakhir, Janji Kampanye Harus Diwujudkan

 

Samarinda, Garda.co.id – Pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan serentak tahun 2020 telah berakhir dan menjadi awal bagi pemimpin yang terpilih kedepannya, Jum’at (22/01/2021).

Berdasarkan hasil penetapan suara yang disampaikan oleh KPU Kota Samarinda secara terbuka pada Kamis(17/12/2020) dengan masing-masing perolehan suara antara lain: Pasangan Barkati – Darlis 83.243 suara, Pasangan Andi Harun – Rusmadi 102.592 suara dan Pasangan Zairin – Sarwono 98.247 suara.

Dengan perolehan hasil suara tersebut, maka Pasangan Andi Harun – Rusmadi meraih kemenangan walaupun masih ada beberapa gugatan dan harus menanti proses hingga selesai.

Namun setelah ditetapkan oleh KPU kota Samarinda pada hari ini, Pasangan Andi Harun – Rusmadi mendapatkan banyak ucapan selamat dari berbagai kalangan.

Tak terlupa pula ucapan dari Syaharie Jaang dalam akun Facebooknya juga mengucapkan kepada Andi Harun – Rusmadi serta harapan masyarakat bubuhan Samarinda untuk kedepannya.

Di samping itu juga, Hal ini mendapatkan sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam, “Bahwa kita semua memiliki harapan kepada pemimpin baru agar permasalahan yang klasik terjadi di kota Samarinda cepat teratasi,” ucap Irwanto.

Dirinya melanjutkan, pemimpin yang terpilih sekarang pada masa kampanye sudah menebar janji baik dari tingkat RT hingga Kecamatan dengan tagline Visioner, Inovatif dan berani berubah menuju Samarinda Kota Pusat Peradaban.

Namun, jangan lupa soal janji yang menjadi harapan masyarakat pada umumnya, permasalahan Samarinda yang paling utama adalah banjir. Sehingga jadikan itu prioritas utama.

“Janji itu adalah tugas yang harus diselesaikan terlebih lagi masalah klasik di kota Samarinda harus menjadi prioritas dibandingkan yang lain,” tegas Irwanto.

Saat disinggung tentang program 100 hari kerja Andi Harun – Rusmadi yang rencana diumumkan secara terbuka nanti, Irwanto menjelaskan, dirinya berharap agar menemukan formulasi terobosan baru yang efektif.

“Kita tunggu saja, semoga program 100 hari kerja yang dicanangkan mampu membuat terobosan baru dalam menata Kota Samarinda,” ucap Irwanto.

Irwanto juga sedikit mengingatkan, bahwa Kota Samarinda memiliki masalah yang begitu kompleks. Sehingga, problematika banjir hanya sebagian kecil dari permasalahan yang ada.

“Masalah di Kota Samarinda itu sudah kompleks, mulai dari lampu penerangan, sampah, jukir liar dan lubang tambang sampai dengan ke lubang jalanan,” tutup Irwanto. (ys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button