DPRD SamarindaPariwara

Pemadaman Listrik Di Samarinda Masih Terus Terjadi, PLN Diminta Berikan Informasi Penyebabnya

Garda.co.id, SAMARINDA – Pemadaman listrik yang sering terjadi selama beberapa pekan ini mendapat sorotan dari DPRD Kota Samarinda. Pemadaman yang terjadi membuat aktivitas masyarakat menjadi terganggu bahkan dapat menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menyampaikan bahwa PLN harus memperhatikan dampak yang terjadi ketika pemadan terus terjadi kedepannya.

Menurutnya, sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab karna kendala yang terjadi belum teratasi, PLN perlu mempertimbangkan kompensasi atau keringanan tagihan.

Lanjut Rohim, dampak dari pemadaman cukup luas, bukan hanya aktivitas rumah tangga namun juga potensi kerusakan kepada perangkat elektronik. Kondisi tersebut juga dapat memukul pelaku UMKM yang membutuhkan pasokan listrik untuk menjalankan usahanya.

“Jangan hanya masyarakat yang menanggung dampaknya. PLN perlu memberikan bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, salah satunya melalui pengurangan tagihan,” sebutnya.

Rohim menyebutkan pemadaman bukan hanya terjadi sekali atau dua kali sehingga ini telah menjadi masalah serius. Gangguan serupa juga sempat dirasakan masyarakat sebelumnya dan disebut berkaitan dengan proses perbaikan jaringan.

Dirinya mendesak PLN untuk segera mencari tahu akar permasalahan sehingga pemadam tidak lagi terjadi secara berulang. Perbaikan teknis harus dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat tidak kembali menghadapi gangguan yang sama.

“Kalau penyebabnya sudah diketahui, penanganannya harus benar-benar dituntaskan. Jangan sampai masalah yang sama terus muncul dan masyarakat kembali menjadi pihak yang dirugikan,” imbuhnya.

Rohim juga menyoroti dampak pemadaman terhadap sektor UMKM. Usaha yang bergantung pada listrik, seperti penyimpanan makanan, produksi maupun pelayanan kepada pelanggan, dapat mengalami hambatan ketika pasokan listrik terhenti.

Kerugian juga bisa muncul akibat bahan makanan yang tidak dapat disimpan dengan baik selama listrik padam. Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan pelaku usaha yang tengah berupaya menjaga keberlangsungan bisnisnya.

BACA JUGA :  Dukung Kegiatan Pramuka, Dana Hibah Siap Dikucurkan

“Bagi pelaku usaha, listrik merupakan bagian dari operasional. Kalau mati dalam waktu lama, produksi terganggu dan bahan yang disimpan juga bisa rusak,” sebutnya.

Rohim juga menekankan PLN harus memperbaiki komunikasi dengan masyarakat. Seperti penjelasan mengenai penyebab pemadaman, wilayah terdampak dan perkiraan waktu pemulihan dinilai perlu disampaikan secara jelas.

Masyarakat membutuhkan kepastian terkait pemadam guna dapat mengatur aktivitas yang dijalani, terutama ketika pemadaman berlangsung dalam waktu cukup lama.

“Informasi kepada pelanggan harus lengkap. Jangan hanya soal kapan listrik dimatikan, tetapi juga jelaskan penyebabnya dan kapan diperkirakan kembali normal,” ujarnya.

Rohim membeberkan ketika pemadam terjadi malam harus sebagian masyarakat mencari alternatif tempat guna mendukung aktivitasnya. Secara tidak langsung, hal ini dapat menimbulkan pengeluaran tambahan bagi keluarga.

Hingga kini, DPRD Samarinda disebut belum melakukan pembahasan langsung bersama PLN terkait persoalan tersebut. Namun, Rohim berharap koordinasi dapat segera dilakukan agar keluhan masyarakat mendapat tindak lanjut. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)

Back to top button