Diskominfo Kukar

Kukar Dorong Kawasan Industri Baru di Sangasanga dan Marangkayu

Garda.co.id, TENGGARONG – Dua Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) diproyeksi menjadi kawasan indunstri.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar berkeinginan membuka pusat ekonomi baru di Kecamatan Sangasanga dan Kecamatan Marangkayu.

Kepala DPMPTSP Kukar, Alfian Noor, menyebutkan bahwa kedua kawasan tersebut dipilih karena memiliki keunggulan strategis, terutama dari sisi sarana dan prasarana transportasi.

Akses yang dekat ke laut dan sungai besar dinilai akan menguntungkan investor dari segi biaya distribusi dan logistik.

“Kalau kita lihat dari sarana prasarananya, Sanga-Sanga dan Marangkayu itu sangat mendukung. Investor tentu mempertimbangkan aksesibilitas, dan kedekatan ke laut serta sungai besar ini sangat menguntungkan dari sisi cost,” ujar Alfian, Rabu (16/4/2025).

Untuk mempercepat langkah tersebut, DPMPTSP Kukar telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan sejumlah pihak, mulai dari instansi teknis hingga calon pelaku usaha.

Tahap awal, fokus diarahkan ke wilayah Sangasanga, yang dinilai paling siap dari segi infrastruktur dan dukungan lingkungan.

Pada tahun ini, Kukar juga telah menyusun dokumen IMPRO (Industrial Master Plan and Readiness Overview) — sebuah kajian mendalam yang merinci kesiapan kawasan industri.

Kajian ini mencakup semua aspek, mulai dari nilai investasi, analisis potensi pasar, kondisi tanah, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.

“IMPRO ini kita buat benar-benar detail, sampai ke akar nilainya dan kesiapan infrastrukturnya. Jadi ketika investor masuk, mereka tidak perlu lagi repot dari nol, tinggal membangun saja,” kata Alfian.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kukar, total sekitar 12.000 hektare lahan telah ditetapkan sebagai kawasan industri.

Dari jumlah tersebut, 2.000 hektare lebih disiapkan khusus di Sangasanga, sementara di Marangkayu disediakan sekitar 5.000 hektare.

BACA JUGA :  Kukar Mulai Penanaman Hutan Rakyat di Desa Loh Sumber, Dorong Kelestarian Lingkungan

“Yang paling potensial saat ini ada di Sanga-Sanga, khususnya di daerah Pendingin. Di sana sudah mulai ada beberapa aktivitas industri, sehingga ekosistemnya mulai terbentuk,” lanjut Alfian.

Menurutnya, keberadaan kawasan industri ini tidak hanya akan menjadi magnet baru bagi investasi di Kukar, tetapi juga diharapkan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal.

Mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan UMKM pendukung industri, hingga pertumbuhan sektor-sektor lain seperti jasa dan logistik.

Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk memastikan kemudahan berusaha, mulai dari penyederhanaan proses perizinan hingga pemberian insentif bagi investasi strategis.

Dengan ekosistem yang semakin terbangun, Kukar optimistis dapat bersaing dalam menarik investasi, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional.

“Ini bukan hanya soal investasi, tapi tentang bagaimana kita membangun masa depan Kukar yang lebih kuat dan berdaya saing,” tutup Alfian. (Mft/Adv/DiskominfoKukar)

Back to top button