Ketua DPRD Kaltim Hadiri Forum GCF Task Force ke-13 di Meksiko
Garda.co.id, Yucatan – Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud mendampingi rombongan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor menghadiri Forum The 13th Annual Meeting Governors Climate Forest Task Force (GCFTF) di Provinsi Yucatan, Meksiko, Selasa (7/2/2023).
Isran Noor sendiri menjadi satu-satunya Gubernur di Indonesia yang diundang pada forum tersebut untuk menjadi narasumber mengenai pengalaman dan keberhasilan Kaltim dalam program pengurangan emisi karbon dan upaya pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Benua Etam telah menerapkan strategi pembangunan ekonomi secara berkelanjutan yang diinisiasi sejak 2011 silam. Tahun 2019 lalu, Kaltim memuat semua program-program penurunan emisi untuk masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019-2023.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa Kaltim berupaya untuk melakukan transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya tidak terbarukan menjadi ekonomi yang berbasis pada sumber daya yang terbarukan.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya, terkait kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam upaya mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Kita memberi apresiasi Pemprov Kaltim turut berkontribusi melalui pertemuan GCF Task Force ini,” ujar pimpinan DPRD Kaltim yang akrab disapa Hamas.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu, mengaku merasa bangga sebab Kaltim telah menunjukkan kepada dunia upaya serius dan kolaboratif dalam penurunan emisi karbon dengan menjaga hutan dan lingkungan.
“Jelas ini bukan retorika kosong, Kaltim sudah mendapat pengakuan dunia atas upaya melakukan program FCPS Carbon Fun. World Bank menimpali Indonesia dengan dana karbon sebesar USD 110 juta dari upaya kolaboratif yang dilakukan pemerintah dan masyarakat Kaltim,” jelasnya.
Lewat pertemuan ini, Hamas berharap Pemprov Kaltim bisa berperan penting dalam mencari solusi berbagai persoalan deforestasi dan perubahan iklim di dunia, tidak hanya melalui komitmen tetapi juga rencana-rencana aksi yang nyata yang terus berkelanjutan, tutupnya. (Rifai/Adv/DPRDKaltim)







