Garda.co.id, PPU – Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 yang belum lama ini telah diperingati, Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Bijak Ilhamdani, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh insan pendidikan yang telah berjasa mencerdaskan generasi penerus bangsa.
Menurut Bijak, peran guru, tenaga kependidikan, hingga siswa merupakan kunci utama dalam mewujudkan transformasi bangsa. Ia menilai bahwa pendidikan bukan hanya sekadar proses transfer ilmu, namun juga jalan perubahan dan fondasi utama dalam membangun kemajuan daerah dan nasional secara menyeluruh.
“Pendidikan adalah jalan perubahan dan fondasi kemajuan daerah serta bangsa. Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan yang terus berjuang tanpa lelah,” ujanya.
Sebagai representasi lembaga legislatif, Bijak menegaskan komitmen DPRD PPU untuk terus mendukung pengembangan sektor pendidikan melalui kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat. Fokus dukungan tersebut, kata dia, mencakup pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu pembelajaran, hingga penguatan karakter peserta didik.
Ia menyampaikan bahwa tantangan dunia pendidikan semakin kompleks, terlebih dengan adanya dampak sosial dan ekonomi dari pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dalam konteks ini, Bijak menyebut pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang unggul dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Kita tidak bisa hanya berjalan di tempat. Perubahan sudah ada di depan mata, dan pendidikan harus menjadi garda terdepan untuk memastikan SDM kita tidak tertinggal. Harapan kami, setiap guru semakin semangat menjadi pelita ilmu pengetahuan, setiap sekolah menjadi tempat tumbuhnya talenta unggul, dan tak ada anak yang tertinggal,” tegasnya.
Bijak juga mengajak seluruh elemen masyarakat baik itu orang tua, dunia usaha, komunitas, hingga pemerintah desa untuk bersinergi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkarakter.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya milik pemerintah, namun menjadi kewajiban bersama demi masa depan generasi muda yang lebih cerah.
“Semangat mengubah hari ini untuk Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya. (Dry/Adv)






