DPRD Kukar Serap Aspirasi Infrastruktur Melalui RDP Bersama Apdesi Loa Kulu
Garda.co.id, Tenggarong– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Hal itu terlihat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Loa Kulu dan masyarakat Kecamatan Loa Janan, beberapa waktu lalu
Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi disampaikan secara langsung, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih memprihatinkan.
Perwakilan Apdesi Loa Kulu menekankan pentingnya perhatian serius pemerintah daerah terhadap sejumlah ruas jalan strategis yang rusak parah.
Anggota DPRD Kukar, Johansyah, yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), mengungkapkan bahwa keluhan utama masyarakat memang berfokus pada perbaikan jalan.
“Mereka menyampaikan kepada kami agar pada tahun 2026 Kecamatan Loa Kulu bisa mendapatkan alokasi anggaran yang lebih besar,” ujarnya usai RDP.
Ia menilai, kondisi kerusakan jalan yang berada di kawasan strategis menjadi ironi tersendiri karena letaknya tidak jauh dari pusat pemerintahan daerah.
“Ini ironis, karena jalan tersebut berada tepat di depan mata pemerintahan daerah, namun belum juga diperbaiki,” ucap Johansyah.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5, Johansyah menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan turun langsung ke lapangan.
Menurutnya, peninjauan langsung sangat penting agar setiap keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi riil di masyarakat.
“Saya akan turun langsung meninjau kondisi tersebut. Ini bentuk komitmen saya kepada masyarakat Loa Kulu dan sekitarnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut DPRD akan berupaya mendorong agar permasalahan ini ditindaklanjuti dalam bentuk realisasi anggaran infrastruktur pada tahun anggaran 2026.
“Insya Allah, pada tahun 2026 nanti kami akan berusaha agar ada hasil nyata yang bisa kami perjuangkan untuk masyarakat di Kecamatan Loa Kulu,” tambahnya.
Melalui forum RDP ini, Johansyah berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat desa semakin kuat.
Menurutnya, pembangunan tidak akan berhasil tanpa mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat akar rumput.
“RDP adalah wadah penting untuk memastikan suara masyarakat benar-benar masuk dalam agenda pembangunan daerah,” pungkasnya. (Adv/fa)






