Ditolak Sekolah Negeri, Mimi Kecewa Siswa dari Keluarga Kurang Mampu Bukan Prioritas
Garda.co.id, Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Mimi Meriame Br Pane mengaku sangat kecewa atas sikap salah satu sekolah di Kota Balikpapan yang menolak siswa kurang mampu di masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Hal tersebut ia ungkapkan setelah menerima laporan dari masyarakat yang anaknya ditolak pihak sekolah, SMK N 2 Balikpapan saat mendaftar dengan dalih sudah tidak bisa menampung. Jawaban tanpa alasan yang jelas ini, sambung Mimi, mencerminkan mirisnya kondisi pendidikan di Benua Etam.
“Masyarakat minta bantu, saya langsung berkoordinasi dengan Ketua Komisi IV, kami sudah berupaya komunikasi dengan kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Balikpapan dan jawabannya pun sama, tidak bisa menampung,” bebernya.
Ia menilai, jawaban atas persoalan PPDB yang dilontarkan pihak sekolah dan MKKS tersebut sangatlah tidak bijaksana. Sebab, masalah pendidikan anak yang berasal dari keluarga tidak mampu itu adalah tanggung jawab penuh pemerintah.
“Seharusnya sebagai seorang guru itu punya perasaan dan empati, apalagi siswa tersebut berasal dari keluarga yang kurang berkecukupan dan jelas memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan,” ungkap Legislator Kaltim asal daerah pemilihan (Dapil) Kota Minyak itu dengan geram.
Lebih lanjut, Mimi menyampaikan kondisi terkini siswa tersebut sudah bisa aktif bersekolah di SMK N 2 Balikpapan berkat bantuannya, meskipun melalui jalur lain dan tidak melalui jalur siswa kurang mampu.
Ini sangat disayangkan, ucapnya, apakabar masyarakat lain yang tidak punya jalur komunikasi untuk memperoleh pendidikan. Pemerintah melalui program wajib belajar 12 tahun itu, wajib menjamin hak pendidikan masyarakat yang tidak mampu secara finansial.
Ditanya soal langkah ke depan terkait persoalan ini, Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Komisi IV DPRD Kaltim.
“Kita sudah berkoordinasi, secepatnya kita harap ada RDP dengan pihak terkait untuk segara diadakan evaluasi,” pungkasnya. (Rifai/Garda.co.id)







