Distransnaker Kukar Jembatani Tenaga Kerja Lokal Lewat Pelatihan Berbasis Kompetensi
Garda.co.id, TENGGARONG – Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor industri di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Pemerintah Daerah melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) mengambil langkah strategis dengan menggulirkan 11 jenis Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) gratis sepanjang tahun 2025.
Bukan sekadar pelatihan biasa, program ini dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan antara kebutuhan tenaga kerja lokal dengan tuntutan dunia industri yang kian spesifik.
Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Distransnaker Kukar, Lukman, menyebutkan bahwa pelatihan ini lahir dari hasil analisis terhadap permintaan pasar kerja di Kukar, terutama dari sektor-sektor padat karya dan berbasis keterampilan tinggi.
“Kami ingin pelatihan ini menjadi jawaban atas kebutuhan riil di lapangan. Banyak industri di Kukar membutuhkan tenaga kerja bersertifikat di bidang-bidang tertentu, dan itu yang kami sediakan,” ujarnya, Kamis (3/4/2025).
Sebanyak 500 kuota disiapkan untuk mencetak tenaga kerja bersertifikasi dalam bidang-bidang seperti ahli K3 umum, mekanik alat berat, welder SMAW 3G, hingga konten kreator.
Pelatihan ini akan menyasar masyarakat yang belum bekerja dan memiliki keterbatasan ekonomi, tersebar di seluruh 20 kecamatan.
“Misalnya di daerah yang dekat dengan kawasan industri atau tambang, kebutuhan terhadap mekanik, operator alat berat, dan rigger itu tinggi. Maka pelatihannya kami arahkan ke sana,” lanjutnya.
Yang membedakan program ini dengan pelatihan sejenis adalah sertifikat resmi yang diberikan kepada peserta setelah lulus pelatihan.
Sertifikat tersebut menjadi bekal penting yang diakui oleh industri, sehingga memperbesar peluang lulusan untuk langsung diserap ke dunia kerja.
Selain itu, Distransnaker juga akan menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan pengguna tenaga kerja untuk membuka peluang kerja pascapelatihan.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami ingin perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kukar bisa lebih mengutamakan tenaga kerja lokal yang sudah tersertifikasi dan siap kerja,” tambah Lukman.
Pendaftaran dibuka secara online melalui situs https://siap-kerja.kukarkab.go.id/home. Peserta cukup melampirkan dokumen dasar seperti KTP dan ijazah, serta memenuhi tenggat waktu pendaftaran yang ditentukan untuk masing-masing pelatihan.
Dengan program ini, Distransnaker Kukar berharap bisa menekan angka pengangguran terbuka sekaligus membekali masyarakat dengan keahlian yang relevan dan dibutuhkan saat ini.
“Ini bukan soal pelatihan saja, tapi soal masa depan. Kami ingin menciptakan koneksi yang kuat antara tenaga kerja lokal dan kebutuhan industri yang berkembang di Kukar,” tutup Lukman.
Melalui strategi ini, Pemkab Kukar menargetkan terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang lebih sehat dan berkelanjutan, di mana masyarakat lokal bisa menjadi tuan rumah di kampung sendiri. (Mft/Adv/DiskominfoKukar)






