Disperindag Kukar Dorong Produk Handmade Jadi Wajah Resmi Daerah
Garda.co.id, TENGGARONG – Produk kerajinan tangan (handmade) lokal bukan sekadar barang pajangan. Bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), produk handmade adalah wajah budaya yang layak tampil dalam setiap pertemuan, kunjungan kerja, dan ajang diplomasi resmi pemerintah.
Melalui usulan baru kepada Bupati Kukar, Disperindag mendorong agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kukar diberikan alokasi anggaran khusus untuk belanja produk handmade lokal sebagai cenderamata resmi daerah.
“Ini bukan hanya soal belanja produk. Ini soal menempatkan kerajinan lokal sebagai identitas resmi Kukar dalam setiap interaksi kelembagaan,” ujar Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fhatullah, Senin (7/4/2025).
Sayid menilai, produk handmade karya pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Kukar memiliki kualitas tinggi dan nilai budaya yang kuat.
Ketika OPD menggunakan produk ini sebagai souvenir dalam kunjungan resmi, maka secara langsung mereka mempromosikan karakter dan kearifan lokal Kukar kepada tamu dari luar daerah, bahkan luar negeri.
“Bayangkan jika setiap tamu penting yang datang ke Kukar pulang dengan membawa tenunan khas, ukiran kayu lokal, atau souvenir rotan buatan tangan warga Kukar. Itu adalah narasi diam yang kuat tentang siapa kita,” tegasnya.
Disperindag mengusulkan agar setiap OPD diberikan anggaran Rp50–100 juta khusus untuk pembelian produk handmade lokal.
Usulan ini merujuk pada semangat Peraturan Bupati Nomor 74 Tahun 2021 tentang Bena dan Beli Produk Lokal, yang mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk mendukung ekonomi kreatif daerah.
Saat ini, konsumsi OPD memang telah menyerap produk lokal dalam bentuk makanan dan minuman. Namun, dukungan terhadap produk kerajinan tangan masih dinilai minim.
“Handmade adalah produk bernilai tambah tinggi, dengan potensi branding yang sangat besar. Sayang kalau hanya jadi etalase, padahal bisa jadi simbol diplomasi daerah,” ujar Sayid.
Selain manfaat promosi, dukungan terhadap produk handmade juga akan meningkatkan semangat pelaku IKM dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya.
Disperindag meyakini, gerakan ini akan mempercepat langkah UMKM dan IKM lokal menuju pasar yang lebih luas dan naik kelas.
Sayid berharap usulan ini mendapat dukungan penuh dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kukar dan segera direalisasikan dalam belanja tahun berjalan.
“Kami ingin produk Kukar tampil elegan di meja tamu, bukan hanya di pasar lokal. Ini saatnya souvenir pemerintah benar-benar mencerminkan jiwa daerah,” tutupnya. (Mft/Adv/DiskominfoKukar)






