DPRD PPUPariwara

Bahasa Lokal Terancam, DPRD Minta Disdikpora Tingkatkan Kualitas Guru

 

Garda.co.id, PPU – Perhatian serius terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali disuarakan oleh anggota DPRD PPU, Jamaluddin. Ia mendorong Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pengajaran, khususnya bagi guru bahasa daerah seperti Dayak dan Paser.

Menurut Jamaluddin, peningkatan kapasitas guru bahasa daerah tidak hanya penting bagi penguatan proses belajar mengajar, tetapi juga berperan besar dalam pelestarian budaya lokal. Ia menilai, keberadaan guru yang kompeten akan memastikan bahasa dan tradisi lokal tetap hidup di tengah arus modernisasi.

”Kalau memang itu perlu dilakukan tentu kami dari dewan pasti support penuh,” ujarnya.

Saat ini, Disdikpora PPU masih menghadapi tantangan besar, yakni kekurangan tenaga pengajar, termasuk untuk pelajaran bahasa daerah. Padahal, muatan lokal seperti Bahasa Dayak dan Paser telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten PPU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pelestarian dan Perlindungan Adat Paser.

Jamaluddin menekankan pentingnya implementasi Perda tersebut secara menyeluruh di seluruh sekolah. Ia mendorong agar kebutuhan tenaga pengajar bahasa daerah dipenuhi secara bertahap namun konsisten, agar tujuan pendidikan berbasis kearifan lokal benar-benar tercapai.

“Karena bahasa daerah itu masuk ke dalam kurikulum, saya kira itu sangat perlu diefektifkan, harus betul-betul disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.

Ia juga menambahkan, pelajaran bahasa daerah tak hanya menjadi alat komunikasi, tapi juga jembatan untuk mengenal nilai-nilai budaya dan sejarah lokal yang menjadi identitas masyarakat PPU. Oleh karena itu, peran guru yang mumpuni sangat penting untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri sejak dini.

Jamaluddin berharap, pemerintah daerah melalui Disdikpora dapat merespon kondisi ini dengan cepat. Menurutnya, jika tenaga pengajar bahasa daerah bisa terpenuhi, proses pembelajaran tidak akan terganggu dan tujuan pendidikan daerah akan lebih optimal.

BACA JUGA :  BUMDes Bana Nusa Raih Sukses dalam Pengelolaan Perkebunan Karet di Desa Perangat Selatan

“Tujuannya juga sangat baik, yaitu untuk mengenal lebih dalam daerah kita dan juga menambahkan pemahaman mengenai bahasa daerah kita,” tandasnya. (Dry/Adv)

Back to top button