DPRD Kukar Suarakan Harapan Petani Walet, Erwin Dorong Perhatian dalam RPJMD
Garda.co.id, Tenggarong– Isu kesejahteraan petani walet kembali mencuat dalam rapat pembahasan Rancangan Awal RPJMD Kutai Kartanegara (Kukar) 2025β2029, beberapa waktu lalu. Dari forum itu, muncul suara yang menyoroti keresahan masyarakat, khususnya di wilayah daratan.
Erwin, Anggota Komisi I DPRD Kukar dari Dapil VI, dengan tegas menyampaikan pentingnya perhatian serius pemerintah daerah terhadap para petani walet. Ia mengungkapkan bahwa banyak masyarakat di dapilnya yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha budidaya walet.
βDulu harga bisa mencapai Rp12β13 juta per kilogram, sekarang untuk kualitas terbaik saja paling tinggi Rp3 juta,β ujarnya.
Menurut Erwin, kondisi tersebut sangat memengaruhi roda ekonomi masyarakat. Padahal, beberapa tahun lalu, sektor walet sempat menjadi tumpuan utama perekonomian Kukar.
βKalau ada penurunan seperti ini, seharusnya pemerintah hadir,β tegasnya.
Sayangnya, lanjut Erwin, program strategis yang secara langsung menyentuh petani walet belum terlihat dalam rancangan awal RPJMD.
Ia berharap, pada periode 2025β2029 nanti, pemerintah daerah dapat memasukkan kebijakan yang lebih berpihak, khususnya program stimulan untuk keberlanjutan sektor walet.
βIni menyangkut langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Kita tidak bisa abaikan begitu saja. Pemerintah harus hadir dengan solusi,β tambahnya.
Erwin juga menyarankan adanya intervensi nyata, mulai dari pelatihan, akses modal, pendampingan pasar, hingga proteksi harga.
Menurutnya, sektor walet masih menyimpan potensi besar untuk dikembangkan jika dikelola dengan tepat dan mendapat dukungan penuh.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja sama erat antara eksekutif dan legislatif agar seluruh sektor strategis daerah mendapat perhatian proporsional.
βKami tidak hanya menyuarakan aspirasi, tapi juga siap mengawal agar kebijakan ini bisa berjalan,β ungkapnya.
Pernyataan Erwin tersebut menjadi bukti komitmen DPRD Kukar dalam memperjuangkan sektor riil yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Suara yang ia sampaikan seakan menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, melainkan juga tentang menjaga keberlangsungan penghidupan rakyat di akar rumput. (Adv/fa)






