DPRD Samarinda

Samri Tegaskan Pihak Berwajib Harus Respon Cepat Jika Ada Laporan Dari Masyarakat

Garda.co.id, Samarinda – Kasus kehilangan motor yang telah dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) sejak bulan Desember 2025 lalu hingga saat ini belum mendapatkan penaganan serius.

Namun, setelah korban memviralkan kehilangan motornya di media sosial, APH baru bergerak untuk mengusut tuntas kejadian yang merengguk sepeda motor itu.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra menekankan pada APH untuk bersikap profesional dalam menanngani kasus yang terjadi pada masyarakat.

Jika kejadian yang terjadi masyarakat terus dikesampingkan oleh APH maka akan melunturkan kepercayaan mereka ke pihak berwajib. “Dan ini kadang-kadang bisa memicu orang jadi main hakim sendiri,” sambungnya.

Samri menilai jika ada laporan dari masyarakat pihak berwajib harus segera menindaklanjutin permasalahan. Karena jika tidak ada respon, respon masyarakat pun menganggap melaporkan hanya bagian dari sia sia.

“Kita sarankan kalau ada laporan gitu, ya segera ditidaklanjuti, karena nanti akan berpikir, percuma kita lapor enggak juga diseriusin,” imbuhnya.

Dirinya menegaskan ini harus menjadi pelajaran kedepannya jangan tunggu viral di media sosial dan dapat tekanan dari masyarakat baru APH baru menanggani permasalahannya.

“Jadi istilahnya no viral no justice. Nah, jangan sampai itu kemudian jadi istilah bagi aparat,” pungkasnya. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)

BACA JUGA :  DPRD Respon Rencana Kenaikan PPN 12%, Akan Berdampak Terhadap Pembangunan
Back to top button