DPRD KukarPariwara

Ahmad Yani Dorong Evaluasi Internal DPRD Kukar: Disiplin dan Keseimbangan Demi Lembaga yang Lebih Kuat

 

Garda.co.id, Tenggarong – Semangat pembenahan internal tengah mewarnai atmosfer kerja di Gedung DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, memimpin langsung proses evaluasi kelembagaan yang digelar untuk menyegarkan tata kelola serta meningkatkan efektivitas kerja para wakil rakyat.

Salah satu sorotan utama dalam evaluasi ini adalah penyempurnaan tata tertib (tatib) DPRD yang dinilai menjadi fondasi penting dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara optimal.

“Tatib ini bukan hanya sekadar aturan teknis. Ia adalah roh kelembagaan kami. Kalau dasar ini kokoh, maka kerja-kerja dewan akan lebih terarah dan bertanggung jawab,” ujar Ahmad Yani saat ditemui, Rabu (2/7/2025).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, evaluasi tatib menjadi ruang refleksi bersama agar peran DPRD benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menyebut salah satu isu penting yang ditelaah adalah komposisi keanggotaan dalam alat kelengkapan dewan seperti Badan Musyawarah (Banmus) dan Badan Anggaran (Banggar).

“Jangan sampai ada ketimpangan. Kita ingin pembagian kerja yang adil agar semua anggota bisa optimal menjalankan perannya,” jelas Yani.

Selain soal komposisi, Ahmad Yani juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan akuntabilitas dalam kehadiran anggota dewan. Ia ingin ke depan, kehadiran tak hanya dihitung dari tanda tangan, tetapi dari partisipasi aktif dalam seluruh proses rapat.

“Kehadiran itu bukan simbol, tapi komitmen. Kita ingin dewan yang benar-benar hadir baik fisik dan pikirannya,” ucapnya.

Sebagai bentuk penguatan transparansi, pihak sekretariat diminta mencatat kehadiran secara detil dan konsisten. Bahkan, jika ada anggota yang absen enam kali berturut-turut tanpa alasan yang jelas, maka sanksi akan diberlakukan sesuai dengan kode etik yang berlaku.

BACA JUGA :  Salehuddin : Tambang Silika di Kukar Jangan Hanya Untungkan Investor, Rakyat Harus Dilibatkan Sejak Awal

“Ini bukan soal mencari kesalahan, tapi menjaga marwah lembaga. Kepercayaan publik hanya bisa tumbuh jika kita menunjukkan tanggung jawab,” tegasnya.

Namun demikian, Ahmad Yani juga menaruh perhatian besar pada aspek solidaritas. Ia berharap, dalam menjalankan aturan, jangan sampai nilai-nilai kebersamaan diabaikan. Ketika ada anggota yang berhalangan karena sakit atau urusan keluarga mendesak, komunikasi harus dibangun dengan baik.

“Kalau ada yang sakit, ya kita jenguk. Kita beri support. Jangan sampai sesama anggota malah tidak saling tahu,” ujarnya.

Ia pun menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh anggota DPRD Kukar untuk menjadikan evaluasi ini sebagai titik tolak baru dalam membangun kultur kerja yang sehat, tertib, dan berpihak pada rakyat.

“Kalau ada aturan yang dirasa kurang pas, ayo kita bicarakan. Tapi jika sudah disepakati bersama, mari kita pegang teguh. Karena yang kita bangun ini bukan sekadar lembaga, tapi juga harapan masyarakat Kukar,” pungkasnya.

Evaluasi internal DPRD Kukar ini menjadi cerminan tekad kolektif untuk menghadirkan lembaga legislatif yang kuat secara etika, tangguh dalam kinerja, dan kokoh dalam menjunjung amanah rakyat. (Adv/fa)

Back to top button