Ragam

Atasi Buruknya Kualitas Udara, DLH Samarinda Akan Lakukan Penyemprotan Embun Di Sejumlah Wilayah

Garda.co.id, SAMARINDA – Buruknya kuliatas udara di Kota Samarinda dampak dari Karhutlah yang terus terjadi di berbagai titik membuat Pemerintah daerah bertindak cepat untuk menormalkan kualitas udara dengan melakukan penyemprotan menggunakan campuran eco enzyme dan air.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Suwarso, menjelaskan kondisi kualitas udara di Samarinda perlu mendapatkan perhatian serius. Kualitas udara mengacu data dari Stasiun Meteorologi Kelas II Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.

Dari hasil pemantauan, konsentrasi partikulat halus PM2.5 masih mengalami perubahan sepanjang waktu. Kondisi terburuk terpantau pada sekitar pukul 05.00 WITA, terutama di wilayah Samarinda Utara.

Sementara di kawasan pusat kota, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 242 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masih berada dalam kategori sangat tidak sehat.

“Kalau melihat hasil pengukuran dari alat di APT Pranoto, kondisi kualitas udara saat ini memang masih berada pada kategori sangat tidak sehat,” sebutnya.

DLH merespon cepat dengan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), serta Polresta Samarinda guna menurunkan kosentrasi PM2.5.

Langkah yang dilakukan dengan melakukan penyemprotan dalam bentuk embun dengan menggunakan campuran eco enzyme. Cairan tersebut nantinya disebarkan melalui armada tangki milik sejumlah instansi.

Sekitar 35 liter eco enzyme telah terkumpul saat ini di Kantor BPBD Samarinda. Cairan tersebut akan digunakan sebagai bahan campuran dalam pelaksanaan penyemprotan.

Armada yang digunakan memiliki kapasitas tangki sekitar 5.000 liter. Dalam satu tangki, kebutuhan eco enzyme diperkirakan mencapai sekitar 5 liter.

“Untuk tahap awal, sekitar 35 liter eco enzyme sudah kami kumpulkan. Nantinya akan digunakan dalam penyemprotan embun di sejumlah wilayah Samarinda,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kabupaten Kutim sukses Luncurkan Program Digitalisasi Desa PAD Box dan IoT TVCC

Dirinya membeberkan bahwa pelaksanaan penyemprotan masih berada di tahap koordinasi antara lembaga. Penentuan lokasi penyemprotan dan mekanisme mempertimbangkan jarak tempuh berada pada kisaran 10 hingga 15 kilometer.

Pemkot Samarinda juga membuka peluang untuk menambah pelaksanaan penyemprotan apabila kembali mendapatkan pasokan eco enzyme dari kelompok masyarakat maupun komunitas yang mengolah limbah organik.

“Kalau ada tambahan pasokan dari kelompok atau komunitas pengolah limbah organik, penyemprotan masih memungkinkan untuk dilanjutkan,” ucapnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan bersama sejumlah instansi terhadap dampak kabut asap yang memengaruhi kualitas udara di Samarinda.

Suwarso mengatakan berbagai instansi telah menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan penyemprotan sesuai dengan kebutuhan wilayah terdampak.

“Seluruh unsur yang terlibat sudah menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan penyemprotan di wilayah yang terdampak,” pungkasnya.

Back to top button