DPRD Samarinda Nyatakan Siap Jadi Bagian Awal Penerapan Parkir Berlanganan
Garda.co.id, Samarinda – Pemkot Samarinda terus berupaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) salah satunya melalui program parkir berlangganan.
Upaya Pemkot ini menuai respon positif dari DPRD Kota Samarinda, lembaga legislatif tersebut bahkan siap menjadi bagian dalam penerapan awal program tersebut.
Wakil Ketua II DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda, menjelaskan dalam peningkatan PAD harus melalukan inovasi baru salah satunya dengan penerapan parkir berlangganan.
Sektor yang belum tergarap dengan maksimal ini, kata Vananzda, telah disampaikan oleh Pemkot baik dilingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun masyarakat umum.
“Pemkot sudah menyampaikan program parkir berlangganan ini untuk meningkatkan PAD. Mekanismenya bisa melalui internal PNS maupun kendaraan yang nantinya dihitung dalam pembayaran tahunan,” terangnnya.
Lanjut Vananzda, dukungan terhadap program ini dengan tegas pihaknya lakukan selama memberikan dampak positif bagi pendapatan daerah.
“Kami di DPRD siap mengikuti program parkir berlangganan. Kalau perlu kami bayar lebih dulu sebagai bentuk dukungan,” sambungnya.
Dirinya mengungkapkan langkah ini sebagai bukti dalam peningkatan PAD tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah melainkan seluruh pihak.
Pemkot Samarinda telah melakukan hitungan terhadap penerapan parkir berlangganan ini dengan potensi pendapatan sekitar Rp200 miliar per tahun jika berjalan maksimal.
“Kalau program ini berjalan sebagaimana mestinya, tentu PAD akan bertambah. Potensinya bisa mencapai Rp200 miliar per tahun,” bebernya.
Peningkatan PAD tidak dapat dilakukan dengan cepat. Namun, pendaatan yang terus meningkat dapat menjadi modal bagi Samarinda dalam menggali sumber penerimaan baru.
Vananzda menjelaskan PAD Samarinda sebelumnya berada di kisaran Rp1,1 triliun pada 2025 kemudian meningkat Rp. 1 triliun pada tahun 2026. Sementara di tahun 2027, disepakati bahwa target PAD sebesar Rp1,3 triliun.
“Target Rp1,3 triliun sudah disepakati untuk 2027. Tidak menutup kemungkinan ke depan bisa mencapai Rp1,5 triliun,” tutupnya. (Dry/Adv/DPRDSamarinda)






