80 Kebakaran Lahan Terjadi di Samarinda, Andi Harun Minta Warga Aktif Laporkan Titik Api
Garda.co.id, SAMARINDA – Kebakaran lahan masih menghantui Samarinda di tengah musim kemarau. Pemerintah Kota Samarinda pun meminta masyarakat tidak tinggal diam dan ikut menjadi mata serta telinga dalam mencegah api meluas.
Warga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki lahan kering dan rawan terbakar.
Hingga 25 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda mencatat sekitar 80 kejadian kebakaran lahan, dengan luas area terdampak mencapai lebih dari 110 hektare.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, turut turun langsung memantau penanganan kebakaran lahan di kawasan Pelita 8, Kecamatan Sambutan, Selasa (25/8/2026).
Dalam peninjauan tersebut, ditemukan dua titik kebakaran dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tujuh hektare. Pemkot Samarinda kemudian berkoordinasi dengan Polresta Samarinda untuk menelusuri penyebab kebakaran.
Andi Harun mengatakan kemungkinan adanya unsur kesengajaan juga menjadi salah satu hal yang perlu didalami oleh aparat.
“Kami juga sedang berkoordinasi dengan Pak Kapolresta dan jajaran untuk melihat apakah ada kemungkinan kebakaran ini disebabkan oleh kesengajaan,” ujar Andi Harun.
Untuk mendukung proses penyelidikan, area yang terbakar rencananya akan dipasangi garis polisi apabila hasil pemeriksaan menemukan indikasi pelanggaran atau tindakan yang disengaja.
Menurut Andi Harun, kondisi lahan yang kering selama musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Ia mengingatkan warga agar menghindari aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api, khususnya di kawasan yang rawan terjadi kebakaran lahan.
Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan titik api maupun aktivitas mencurigakan yang ditemukan di sekitar lingkungan mereka.
“Kami mengingatkan warga agar ikut aktif melaporkan apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan di lingkungannya,” tegasnya.
Andi Harun menilai laporan cepat dari masyarakat dapat membantu petugas melakukan penanganan sedini mungkin. Api yang segera diketahui dan ditangani diharapkan tidak sempat menjalar hingga memperluas area terdampak.
Pemkot Samarinda pun terus meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Langkah pencegahan dinilai penting mengingat kasus kebakaran lahan masih cukup tinggi, sementara kondisi cuaca kering masih berpotensi berlangsung.
Pemerintah berharap sinergi masyarakat, petugas pemadam, BPBD dan aparat keamanan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus mempercepat penanganan kebakaran lahan di Samarinda.






