Diabetes Mengintai Generasi Produktif, Dinkes Samarinda Perkuat Pencegaha
Garda.co.id, Samarinda – Diabetes melitus yang selama ini dikenal sebagai penyakit usia lanjut kini mulai mengancam generasi muda.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat peningkatan kasus diabetes pada kelompok usia 20 tahunan, sebuah tren yang menjadi alarm serius bagi kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, menegaskan diabetes melitus merupakan yang tidak boleh dianggap remeh. Selain berisiko menimbulkan komplikasi pada jantung, ginjal, mata, hingga saraf, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Karena tingkat risikonya yang tinggi, diabetes menjadi salah satu penyakit tidak menular yang mendapat perhatian khusus pemerintah dan masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang wajib dipantau secara berkala oleh pemerintah daerah.
“Penyakit ini menjadi perhatian karena tingkat risiko komplikasi dan kematiannya cukup tinggi,” sebutnya.
Berdasarkan data Dinkes Samarinda, jumlah sasaran penderita diabetes di Kota Tepian mencapai sekitar 24 ribu orang. Dari angka tersebut, layanan penanganan dan pemantauan disebut telah menjangkau hampir seluruh pasien atau sekitar 97 persen.
Pemantauan terhadap penderita juga terus diperbarui setiap tahun, termasuk data hingga triwulan pertama tahun 2026. Ismed menjelaskan, peningkatan kasus diabetes di usia muda tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat.
Dirinya membeberkan pola komsumsi makanan yang tidak sehat seperti tinggi gula dan karbohidrat, makanan instan, dan jam makan yang tidak teratur menjadi pemicu utama atas kehadiran penyakit tersebut.
“Kondisi saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika diabetes lebih banyak ditemukan pada kelompok usia di atas 45 tahun,” imbuhnya.
Pola hidup tidak sehat menjadi penyebab nomor dua selain dari faktor genetik. Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau untuk memperhatikan pola hidup dan kesehatan, terutama yang memiliki riwayat penyakit genetik.
“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mulai melakukan pencegahan sejak dini,” tutupnya.






