Tekan Angka Kekerasan, Ketua DPRD Kaltim Hadirkan Langkah Kongkrit
Garda.co.id, SAMARINDA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menyarakankan untuk lakukan pemerataan pendataan dan penanganan ke seluruh daerah untuk menekan angkah kekerasan pada perempuan dan anak khususnya di Kota Samarinda.
“Angka kekerasan di Samarinda mungkin lebih tinggi karena faktor eksposur, banyak kasus di daerah terpencil mungkin tak terlaporkan,” ucapnya.
Dirinya mengatakan bahwa dalam menghadirkan sistem perlindungan yang cepat tanggap perlunya sinergi lintas sektor seperti antara pemerintah daerah, aparat hukum, dan masyarakat.
“Kita tak boleh hanya fokus pada daerah dengan kasus menonjol, sistem perlindungan harus diperkuat di seluruh Kaltim,” tuturnya.
Sebagai informasi, dalam data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) menunjukkan, sepanjang 2024 terdapat 1.002 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kaltim. Dari total kasus yang ada, Kota Samarinda menempati angka tertinggi, yakni 175 kasus pada anak dan 103 kasus pada perempuan.
Tren ini terus berlanjut. Hingga 5 Mei 2025, Samarinda kembali mencatat angka tertinggi: 82 korban anak dan 62 korban perempuan.
Sebagian besar kekerasan terjadi dalam rumah tangga. Pada 2024, Kota Samarinda melaporkan 83 kasus kekerasan terhadap anak dan 74 kasus terhadap perempuan di ranah domestik. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






