Garda.co.id, PPU – Sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyimpan potensi besar bagi perekonomian daerah. Namun sayangnya, bidang ini masih kurang diminati oleh generasi muda. Banyak dari mereka lebih memilih pekerjaan yang dianggap memiliki status sosial tinggi seperti pegawai negeri sipil (PNS) atau anggota TNI.
Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Rahman Wahid menyoroti kondisi ini dan menyampaikan bahwa pandangan negatif terhadap profesi petani dan nelayan harus diubah. Ia menegaskan bahwa sektor pangan merupakan pilar penting yang mendukung keberlangsungan hidup dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Masyarakat sering kali memandang profesi petani atau nelayan dengan rendah, padahal sektor ini sangat penting,” ujarnya.
Menurutnya, pertanian saat ini telah mengalami transformasi besar. Tak lagi bergantung pada alat-alat tradisional, kini sektor ini telah berkembang menjadi industri modern yang memanfaatkan teknologi dan efisiensi berbasis data. Dengan kata lain, bertani bukan lagi soal kotor-kotoran, tapi soal manajemen dan inovasi.
“Pertanian bukan lagi pekerjaan yang kuno, sekarang sudah ada alat-alat canggih yang memudahkan petani,” tambahnya.
Ia menyebutkan bahwa dengan penerapan teknologi, hasil panen dapat ditingkatkan secara signifikan, sekaligus menekan biaya produksi. Tak hanya itu, sektor ini juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berkiprah dalam riset dan pengembangan teknologi pertanian yang lebih adaptif.
Pemerintah, lanjutnya, terus menggulirkan berbagai program pelatihan dan bantuan untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam sektor ini. Namun, respons pemuda dinilai masih minim. Hal ini menunjukkan perlunya strategi yang lebih menyentuh dan edukatif dalam membangun ketertarikan.
Menurut anggota DPRD tersebut, pengenalan tentang pentingnya sektor pangan harus dimulai sejak dini. Pendidikan tentang pertanian dan perikanan modern perlu masuk ke kurikulum sekolah agar anak-anak bisa melihat sektor ini sebagai peluang karier yang menjanjikan.
“Sejak di bangku sekolah, anak-anak harus tahu bahwa bertani bisa menjadi pilihan karier yang menguntungkan,” katanya.
Dengan pendekatan yang tepat, ia yakin PPU dapat menjadi lumbung pangan yang dikelola secara profesional oleh generasi muda. Teknologi, pelatihan, dan semangat wirausaha akan menjadi kunci agar pertanian dan perikanan bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
“Dengan dukungan teknologi dan sumber daya manusia yang mumpuni, PPU bisa menjadi lumbung pangan yang mensejahterakan banyak orang. Petani sekarang bisa berpenghasilan jutaan jika kelola dengan cerdas,” pungkasnya. (Dry/Adv)






