DPRD KALTIMPariwara

Yenni Sampaikan Kasus Stunting Tidak Selamanya Atas Faktor Ekonomi

Garda.co.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, menyampaikan bahwa kasus stunting yang terjadi tidak hanya akibat kekurang gizi semata melainkan juga pola asuh anak.

“Selama ini stunting sering dikaitkan dengan kekurangan gizi dan keterbatasan ekonomi. Padahal, banyak juga kasus stunting yang terjadi pada keluarga mampu, sehingga persoalannya bukan hanya soal makanan,” terangnya.

Yenni menilai, pola asuh anak memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, misalkan cara orang tua mengasuh, kebiasaan makan, hingga perhatian terhadap kesehatan anak turut memengaruhi risiko stunting.

Ia mengungkapkan penyamaan stunting dengan kemiskinan akan berdampak atas kesalahpahaman di masyarakat. Meskipun di dominasi atas kelompok ekonomi rendah namun hal itu tidak bisa digeneralisasi atas tingginya kasus stunting.

Yenni juga menyoroti penyaluran bantuan gizi yang tidak selalu tepat sasaran, yang menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya berfokus pada pembagian makanan.

Lanjut Yenni, dalam menekan angkah stunting yang ada saat ini harus melihat aspek yang lebih luas, termasuk kondisi psikologis anak dan lingkungan keluarga.

“Ya dengan pemahaman yang tepat, penanganan stunting diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan efektif,” tandasnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)

BACA JUGA :  Kaltim Alami Penurunan APBD, DBH Pemicunya
Back to top button