Penanganan Anjal Dianggap Lemah, Agusriansyah Dorong Hadirkan Kebijakan Yang Lebih Nyentuh Akar Masalah
Garda.co.id, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, menekankan pentingnya memberikan perhatian terhadap anak jalanan (anjal) dengan mengalokasikan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan.
Dirinya mengatakan bahwa permasalahan anjal ini harus menjadi prioritas dalam penanganan bagi pemerintah ataupun lembaga sosial lainnya.
“Kalau memang dianggap skala prioritas, seharusnya secara anggaran bisa terselesaikan. Saya rasa hubungan pemerintah pusat dan daerah itu juga berjalan dalam urusan ini,” ungkapnya
Agusriansyah menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran yang kerap muncul dikarenakan kurangnya koordinasi yang dilakukan antar instansi, termasuk data yang belum valid.
Dirinya menilai, seharusnya ada satu sistem data terpusat yang ditangani pemerintah, sehingga penanganan sosial dapat tepat sasaran.
“Semua harus dimulai dari analisis publik, lalu dikorporasikan dalam kebijakan, dan dievaluasi publik. Kalau memang pemerintah sungguh-sungguh, maka datanya harus ada, analisisnya harus ada, dan hasilnya juga harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Dirinya mendorong adanya keterlibatan pihak swasta dengan mengalokasikan anggaran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)nya, yang semestinya difokuskan pada aspek pendidikan, kesehatan, dan sosial, bukan infrastruktur.
“CSR seharusnya digunakan untuk sektor sosial, bukan infrastruktur. Kalau infrastruktur itu biayanya bisa dari APBD atau dana alokasi khusus. Fokus sosial harus jelas, dan CSR bisa sangat membantu,” tuturnya.
Agusriansyah mendorong agar dihadirkan kebijakan sosial yang lebih menyentuh akar permasalahan dengan melibatkan lembaga riset atau tim peneliti independen.
“Setiap kebijakan publik harus dimulai dari analisis sosial. Kalau tidak, hasilnya akan lemah dan tidak menyentuh masyarakat yang betul-betul membutuhkan,” pungkasnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






