DPRD SamarindaPariwara

Sidak ke SPBU, Komisi III Dapatkan Indikasi Kecurangan

Garda.co.id, Samarinda – Komisi III DPRD Kota Samarinda dapatkan sejumlah temuan terkait penyebab kelangkaan solar dan panjangnya antrian truk di sejumlah ruas jalan, disaat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Samarinda, Kamis (11/11/2021).

Ketua Komisi III, Angkasa Jaya Djoerani mengungkapkan bahwa terdapat banyak truk yang diduga memodifikasi tangki kendaraannya sehingga melebihi batas dari ketentuan yang telah ditetapkan. Contohnya seperti yang ditemukan di SPBU Jalan Untung Suropati Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang. Didapati truk roda 6 yang biasanya hanya memiliki kapasitas tangki 80 liter, dan roda 10 sebanyak 200 liter. Tetapi justru ditemukan adanya truk roda 6 memiliki dua tangki yang mampu menampung hingga 300 liter. Akibatnya, kuota dari solar pun tak dapat terdistribusi secara merata sehingga mengalami kekurangan.

“Tadi sudah kita lihat, ada truk roda 6 yang modifikasi tangkinya jadi dua, waktu truk itu mau isi solar malah isi 100 liter, itu kan tidak sesuai ketentuan, nahh ini salah satu penyebab,” ujarnya saat dikonfirmasi usai sidak.

Selain itu, mereka menemukan adanya kelemahan dari sistem pendeteksi pengguna bahan bakar minyak (BBM). Semestinya, sistem tersebut merekam data plat nomor kendaraan dan digunakan untuk menghindari adanya pengetap BBM, sehingga masyarakat juga dapat menikmati dengan mudah. Namun, sistem tersebut tidak berlaku di SPBU lain. Misalnya ketika, setelah melakukan pengisian di SPBU A, tentu kendaraan tersebut tidak boleh kembali ke SPBU A karena ada data yang telah direkam. Namun data tersebut tidak berlaku di SPBU lainnya. Hal inilah yang dianggap kelemahan yang menyebabkan langkanya solar.

“Di SPBU lain data itu enggak dipakai, jadi itu celah bagi pengetap yang ingin mencari solar dan ganti plat nomor juga bisa, jadi itu lemah sekali,” imbuhnya.

Angkasa Jaya mengaskan bahkan akan segera mencari formulasi jangka panjang untuk mencegah adanya kelangkaan solar yang rentan terjadi.

“Kami akan terus cari benang merahnya, supaya permasalahan ini bisa selesai, bahkan apabila ada dugaan pengetap maka itu harus di tindak biar jera,” tutup dia. (mr)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button