Sejumlah OPD Disorot, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ingin Lakukan Pengawasan Kinerja
Garda.co.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyampaikan pentingnya melakukan pengawasan terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pasalnya sejauh ini sejumlah OPD masih memiliki serapan anggaran dan realisasi pendapatan rendah menjelang akhir tahun 2025.
Pernyataan ini ia sampaikan setelah melihat laporan yang di berikan pemerintah dalam laporan perkembangan serapan belanja daerah.
Ananda membeberkan sejauh ini serapan belanja OPD di Kaltim belum mencapai 70 persen, dan realisasi pendapatan daerah dengan kisaran 60 persen. Kondisi tersebut dinilai jauh dari target ideal di periode triwulan akhir.
“Serapan ini harus menjadi perhatian serius. Dengan waktu yang tersisa, kami mendorong seluruh OPD untuk bekerja lebih cepat dan efektif. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal bagaimana anggaran benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” sebutnya.
Ia menilai rendahnya serapan anggaran bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga kualitas perencanaan dan pengendalian internal OPD.
Lanjut Ananda, audit internal perlu dilakukan dan juga peningkatan koordinasi antara OPD dan Badan Pengelola Keuangan.
“Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua. Ke depan, perencanaan dan realisasi PAD harus lebih realistis, terukur, dan tepat waktu. Jangan sampai anggaran terlambat digunakan dan akhirnya tidak memberi manfaat optimal,” sebutnya.
“Kalau memang target harus dikejar, maka langkah-langkah percepatan perlu dilakukan. Tapi percepatan itu harus tetap terukur dan sesuai regulasi. Kita ingin anggaran terserap maksimal,” sambung Ananda.
Ia menegaskan pihaknya akan memperkuat fungsi pengawasan guna memastikan seluruh OPD bekerja sesuai dengan rencana kerja dan indikator kinerja yang telah ditetapkan.
“Kami di DPRD akan terus mengawal. Ini bukan hanya soal mencapai target serapan, tapi juga memastikan program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur,” tutupnya. (Dry/Adv/DPRDKaltim)






