DPRD KukarPariwara

Rahmat Dermawan Desak Pertamina Bertindak Nyata: “Jangan Ambil Gasnya, Lalu Abaikan Warganya”

Garda.co.id, Kukar – Suara dari lapangan kembali terdengar lantang. Kali ini datang dari Rahmat Dermawan, Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi Golkar, yang dengan tegas menyuarakan keprihatinan atas nasib warga Sangasanga pasca insiden kebocoran gas dari sumur LSE-P715 milik PT Pertamina EP Sangasanga Field.

“Jangan sampai buminya diambil, gasnya diambil, tapi keselamatan warganya diabaikan,” tegas Rahmat, saat diwawancarai pada Senin (23/6/2025).

Ucapannya tak sekadar kritik, melainkan jeritan hati mewakili masyarakat yang terdampak langsung.

Rahmat menyebut, banyak warga kehilangan penghasilan akibat larangan penggunaan api yang diberlakukan menyusul kejadian tersebut. Bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari dapur dan tungku, larangan itu seperti menyiram bara harapan mereka.

“Ekonomi warga lumpuh. Banyak yang tak bisa masak, berdagang, bahkan sekadar merebus air pun tak bisa. Ini tidak bisa dianggap ringan,” ujarnya prihatin.

Tak hanya aktivitas ekonomi, krisis air bersih juga menjadi sorotan utama. Warga kesulitan mendapatkan air layak pakai, sementara air produksi ikut terdampak. Kondisi ini menambah beban di tengah situasi yang sudah membuat cemas.

“Air pun tak bisa diminum atau dipakai. Bayangkan berapa kerugian warga? Ini soal kebutuhan dasar yang terganggu,” katanya.

Rahmat dengan tegas mendesak Pertamina untuk tidak hanya hadir dalam bentuk formalitas, tetapi menunjukkan tanggung jawab secara nyata. Ia meminta agar perusahaan pelat merah itu segera melakukan pemulihan dampak, termasuk pemberian ganti rugi yang layak.

“Saya sudah dengar ada distribusi air bersih, tapi belum cukup. Ini bukan soal niat baik semata, tapi soal tindakan konkret yang bisa dirasakan langsung warga,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, Rahmat menyatakan komitmennya untuk terus menyuarakan keluhan masyarakat dan memastikan bahwa mereka tidak ditinggalkan dalam ketidakpastian. Baginya, menjadi anggota DPRD berarti hadir, mendengar, dan memperjuangkan solusi yang nyata.

BACA JUGA :  DPRD Kaltim Akan Perjuangan Hak Perempuan Pada Pendidikan Dan Kesehatan

“Kita di DPRD bukan hanya duduk di kursi rapat. Kita harus turun, dengar langsung, dan bergerak. Itu tugas kami,” ucapnya.

Dukungan Rahmat Dermawan memperkuat posisi DPRD Kukar sebagai lembaga yang tidak membiarkan rakyat berjalan sendiri menghadapi dampak industri. Ketegasan dan empati yang ditunjukkannya menjadi bukti bahwa wakil rakyat masih berjuang untuk rakyat.

“Jangan biarkan mereka hanya jadi penonton dari kekayaan daerahnya sendiri. Keselamatan dan martabat warga Kukar harus dinomorsatukan,” tutupnya.

Melalui suara Rahmat, harapan warga Sangasanga menggema hingga ke meja pengambilan keputusan bahwa keadilan bukan sekadar wacana, tapi harus diwujudkan dengan aksi nyata. (Adv/fa)

Back to top button