Puji Sampaikan Perhatiannya Terhadap PAUD Dan Kesetaraan Gender
Garda.co.id, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti menyampaikan perhatiannya terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pengarusutamaan gender.
Ia mengatakan bahwa masih minimnya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Negeri. Saat ini Samarinda masih di dominasi pihak swasta dalam menghadirkan Lembaga pendidikan prasekolah yang ada di sebagian rukun tetangga (RT)
Menurutnya, kondisi ini belum sesuai dengan dua Peraturan Wali Kota (Perwali) Samarinda yang mewajibkan jenjang PAUD sebelum masuk SD.
“PAUD negeri baru ada 12, dan kami rencanakan bertambah jadi 13 di Loa Janan Ilir. Namun, PAUD swasta juga memerlukan perhatian, terutama soal izin, kondisi bangunan, hingga kesejahteraan guru,” jelasnya.
Lebih lanjut, Puji juga menyoroti standar pendidikan bagi guru PAUD yang kini diwajibkan memiliki gelar S1. Ia mengungkapkan saat ini masih banyak guru yang belum memenuhi standar tersebut.
“Kita harus berjuang agar ada program peningkatan kualitas guru dan insentif bagi mereka,” tambahnya.
Disisi lain, Puji juga menyoroti kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hal ini meliputi, biaya yang tinggi untuk pengadaan seragam sekolah dan peralatan belajar yang menjadi kendala bagi orang tua/wali murid.
“Harapannya, ke depan pemerintah bisa memberikan bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk PAUD swasta, sehingga meringankan beban orang tua,” ujarnya.
Puji membeberkan bahwa pendidikan anak usia dini seharusnya terintegrasi dengan layanan kesehatan, seperti imunisasi dan pemeriksaan mental.
“Kita harus pastikan anak-anak ini tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga tumbuh dengan sehat dan terdata secara sistematis,” terangnya.
Tidak hanya PAUD, Puji juga menyoroti pentingnya implementasi aturan gender di berbagai lini kehidupan.
“Sudah saatnya perempuan masuk ke bidang-bidang yang dulu dianggap milik laki-laki saja, seperti menjadi sopir atau pekerja distribusi. Ini bukan soal kemampuan, tapi soal kesempatan,” pungkasnya. (Adv)






