DPRD KALTIM

Potensi Besar Tingkatkan PAD dari Perpindahan IKN ke Kaltim

Garda.co.id, Samarinda – Adanya perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim ternyata banyak potensi yang masih belum dimanfaatkan oleh pemerintah daerah (pemda) dan sejatinya dapat dimaksimalkan guna peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk daerah sekitarnya.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono mengatakan dari 10 daerah di Kaltim sebenarnya ketika dapat bersinergi dengan baik kepada Pemprov Kaltim, banyak hal yang dapat diupayakan untuk mensejahterakan masyarakat.

Kata dia, misalnya dalam skala besar grand desain pembangunan IKN nanti pastinya membutuhkan alat, pekerja, bahan serta lainnya. Hal ini semestinya dapat melibatkan dan memberikan porsi kepada pengusaha lokal.

“Pemerintah harus bisa memaksa agar para pengusaha lokal dilibatkan,” kata Tio sapaannya, Selasa (15/2/2022).

Kemudian para pengusaha penyedia jasa seperti konsumsi, kapal, bahan bakar minyak (BBM) dapat juga menggunakan pengusaha lokal agar terlibat dan memberikan peran secara langsung.

Sementara dalam skala kecil seperti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sejatinya dapat dimaksimalkan dengan diberdayakan pemanfaatannya dalam adanya pembangunan IKN. Pemerintah perlu berani untuk mengedepankan kepentingan masyarakat demi pengembangan UMKM ke depan.

“Karena akan banyak pekerja yang akan hadir ke lokasi IKN. Sejatinya Pemda dapat menyediakan segala kebutuhan dari orang-orang yang datang nanti salah satunya dalam konteks sandang,” tuturnya.

Menurut dia, jangan sampai ketika proses pembangunan IKN nanti para pelaksana proyek, penyedia konsumsi hingga pekerja kasarnya justru dari orang luar Kaltim. Mengingat, di Kutai Timur ditemukan adanya pekerja kasar yang bekerja, sedangkan pekerja lokal banyak yang menganggur.

“Tentu kita berharap regulasi terkait ketenagakerjaan bisa safety,” ungkap dia.(adv/kmf/NNI)

BACA JUGA :  Pansus RTRW Rencanakan Safari ke Seluruh Daerah di Kaltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button